Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Lepas Saham Rp1,49 Triliun, IHSG Terkoreksi ke 6.298

IHSG turun 1,20% ke level 6.298,61 dipicu penjualan bersih asing mencapai Rp1,49 triliun, dominan di emiten perbankan dan tambang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Asing Lepas Saham Rp1,49 Triliun, IHSG Terkoreksi ke 6.298📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (24/9/2026), berakhir di posisi 6.298,61 setelah terpantau melemah 1,20% dari posisi sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif rendah, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun dan volume perdagangan sebanyak 29,31 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,66 juta transaksi. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung defensif di tengah tekanan dari aksi profit taking dan aliran modal asing yang keluar.

Di tengah koreksi pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih jumbo senilai Rp1,49 triliun, menandai aksi keluar yang kuat dari pasar. Dari total tersebut, sebesar Rp1,42 triliun berasal dari pasar reguler, sedangkan sisanya sekitar Rp71,85 miliar terjadi di pasar negosiasi dan tunai. Aksi ini menjadi pemicu utama pelemahan indeks, terutama pada sektor keuangan dan sumber daya alam yang menjadi target utama penjualan asing.

Dari data terkini, sepuluh saham yang mengalami penjualan bersih terbesar oleh investor asing antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai Rp531,94 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp141,17 miliar. Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tercatat dengan penjualan bersih Rp84,61 miliar, diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) senilai Rp74,90 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp51,65 miliar.

Saham-saham lain yang turut menjadi objek penjualan asing antara lain PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), masing-masing dengan nilai penjualan bersih berkisar antara Rp24,71 miliar hingga Rp39,70 miliar. Penjualan besar-besaran ini menggambarkan kecenderungan investor asing untuk memangkas posisi di emiten yang dianggap telah mencapai level tertinggi atau berisiko tinggi dalam konteks volatilitas pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya