Asing Lepas Saham Rp1,49 Triliun, IHSG Terkoreksi ke 6.298
IHSG turun 1,20% ke level 6.298,61 dipicu penjualan bersih asing mencapai Rp1,49 triliun, dominan di emiten perbankan dan tambang.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (24/9/2026), berakhir di posisi 6.298,61 setelah terpantau melemah 1,20% dari posisi sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif rendah, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun dan volume perdagangan sebanyak 29,31 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,66 juta transaksi. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung defensif di tengah tekanan dari aksi profit taking dan aliran modal asing yang keluar.
Di tengah koreksi pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih jumbo senilai Rp1,49 triliun, menandai aksi keluar yang kuat dari pasar. Dari total tersebut, sebesar Rp1,42 triliun berasal dari pasar reguler, sedangkan sisanya sekitar Rp71,85 miliar terjadi di pasar negosiasi dan tunai. Aksi ini menjadi pemicu utama pelemahan indeks, terutama pada sektor keuangan dan sumber daya alam yang menjadi target utama penjualan asing.
Dari data terkini, sepuluh saham yang mengalami penjualan bersih terbesar oleh investor asing antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai Rp531,94 miliar, disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp141,17 miliar. Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tercatat dengan penjualan bersih Rp84,61 miliar, diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) senilai Rp74,90 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp51,65 miliar.
Saham-saham lain yang turut menjadi objek penjualan asing antara lain PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), masing-masing dengan nilai penjualan bersih berkisar antara Rp24,71 miliar hingga Rp39,70 miliar. Penjualan besar-besaran ini menggambarkan kecenderungan investor asing untuk memangkas posisi di emiten yang dianggap telah mencapai level tertinggi atau berisiko tinggi dalam konteks volatilitas pasar global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

