Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jenazah di Mukomuko Bukan Jurnalis Hilang, Ternyata Pelajar 16 Tahun

Jenazah yang ditemukan di pantai Mukomuko telah teridentifikasi sebagai Endar Permana, remaja 16 tahun asal Desa Ranah Karya, bukan bagian dari rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Jenazah di Mukomuko Bukan Jurnalis Hilang, Ternyata Pelajar 16 Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Petugas kepolisian Kabupaten Mukomuko telah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, bukan bagian dari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di Selat Sunda. Penemuan jenazah tersebut dilakukan oleh warga sekitar pada Kamis, 24 September 2024, sekitar pukul 08.20 WIB, dan langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Hasil awal menunjukkan bahwa jenazah merupakan warga lokal Kabupaten Mukomuko, yang kemudian dikonfirmasi melalui identifikasi keluarga.

Setelah proses identifikasi lebih lanjut di Rumah Sakit Mukomuko, jenazah tersebut dinyatakan sebagai Endar Permana, seorang pelajar berusia 16 tahun asal Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang. Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, menyatakan bahwa identitas korban telah dipastikan dengan melibatkan keluarga terdekat. Meski identitas sudah terungkap, penyebab kematian Endar masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, pada 12 September, pihak Basarnas Bengkulu juga menerima laporan temuan jenazah tanpa identitas di wilayah pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano. Jenazah tersebut dievakuasi menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Enggano ke Bandara Fatmawati Soekarno pada 14 September, dengan pendampingan dua petugas kepolisian untuk proses autopsi. Hasil pencocokan DNA antemortem menunjukkan bahwa jenazah tersebut identik dengan Surakman atau Sukarman, 60 tahun, yang merupakan kru kapal cepat KM Arupadatu I.

Sukarman diketahui merupakan salah satu anggota rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada 7 September 2024. Penemuan jenazah di Pulau Enggano telah memperjelas satu dari beberapa kemungkinan yang berkaitan dengan kehilangan rombongan tersebut, namun tidak terkait dengan jenazah yang ditemukan di Mukomuko. Dengan demikian, kasus di Mukomuko telah selesai secara identifikasi, sementara penyelidikan terhadap hilangnya rombongan jurnalis tetap berlanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya