Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis dan ABK Hilang

DPR mendesak Basarnas kembali membuka operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang usai meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis dan ABK Hilang📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyerukan agar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali memulai operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan dua kru kapal yang masih hilang setelah kapal mereka tenggelam di perairan Selat Sunda. Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya jenazah Surakhman, salah satu kru kapal Arupadatu 1, di Pulau Enggano, Bengkulu. Penemuan jenazah tersebut menjadi titik penting dalam upaya memastikan semua korban ditemukan.

Kapal Arupadatu 1 berangkat dari pesisir Carita, Pandeglang, Banten, dengan tujuan meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Rombongan terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru, namun sebagian besar tidak terlihat lagi setelah kapal menghilang di tengah gelombang tinggi dan kondisi cuaca ekstrem. Hingga kini, meski Basarnas telah menghentikan operasi pencarian berdasarkan SOP yang membatasi waktu, Cucun menegaskan bahwa kemanusiaan harus menjadi pertimbangan utama.

Ia menekankan bahwa meskipun ada batasan waktu dalam prosedur operasional, keberlanjutan pencarian perlu dipertimbangkan kembali, terutama karena ada kemungkinan korban lain masih terjebak di area yang sulit dijangkau. “Kita minta Basarnas untuk mempertimbangkan kembali pencarian, bukan hanya untuk jurnalis, tapi juga untuk korban lain yang masih belum ditemukan, termasuk dari insiden KM Virgo,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dalam konferensi pers.

Pernyataan ini mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan awak media yang bertugas di daerah rawan bencana. Kegiatan jurnalistik di zona bencana sering kali berisiko tinggi, dan keberhasilan operasi pencarian menjadi cerminan komitmen negara terhadap hak dasar setiap warga, termasuk yang berada dalam kondisi kritis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya