Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput

Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak tingkat desa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keberadaan badan ini ditujukan untuk memastikan pendekatan pencegahan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Penyusunan BPGMN menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga kesehatan ekosistem gambut dan mangrove yang rentan terbakar.

Dengan struktur yang menjangkau seluruh wilayah, BPGMN diharapkan menjadi koordinator utama dalam koordinasi antarinstansi, pemerintah daerah, dan masyarakat adat. Badan ini akan mengoordinasikan pemantauan dini, penanganan darurat, serta rehabilitasi lahan kritis. Fokus utamanya adalah mencegah kebakaran sebelum terjadi, bukan sekadar merespons saat bencana sudah melanda.

Kegiatan BPGMN mencakup pengembangan sistem informasi berbasis data spasial, pelatihan masyarakat desa, serta pendampingan teknis bagi pengelolaan lahan berkelanjutan. Dengan pendekatan partisipatif, pemerintah ingin memastikan bahwa upaya pencegahan tidak hanya berbasis kebijakan, tetapi juga didukung oleh kesadaran dan keterlibatan langsung masyarakat.

Tujuan utama pembentukan BPGMN adalah menekan angka kebakaran hutan dan lahan secara signifikan, khususnya di daerah rawan seperti Sulawesi Tenggara yang memiliki ekosistem gambut dan mangrove kritis. Dengan pendekatan yang berbasis pada kewilayahan dan kearifan lokal, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih tahan terhadap ancaman kebakaran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya