Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Pemerintah Provinsi NTB dan Komisi IX DPR RI sepakati langkah strategis perlindungan pekerja migran Indonesia mulai sebelum keberangkatan hingga pasca-pulang, dengan fokus pada pencegahan non-prosedural, pemulangan aman, dan pemulihan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Komisi IX DPR RI menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pertemuan yang berlangsung di Mataram menyoroti perlunya sistem perlindungan yang berkelanjutan, mulai dari pencegahan keberangkatan ilegal hingga pendampingan setelah kembali ke daerah asal. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa daerahnya merupakan salah satu pengirim PMI terbesar di Indonesia, bahkan menempati posisi empat besar secara nasional dalam jumlah pengiriman.
Ia menekankan bahwa tingginya angka keterlibatan warga NTB dalam pekerjaan di luar negeri tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi merata di seluruh desa. “Tidak ada satu dusun pun di NTB yang tidak memiliki warga yang bekerja di luar negeri,” ujarnya, menunjukkan ketergantungan ekonomi yang kuat terhadap migrasi tenaga kerja. Di tengah realitas ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat perlindungan melalui berbagai program intervensi, termasuk akses kredit usaha rakyat melalui Bank NTB Syariah yang bekerja sama dengan lembaga keuangan di Malaysia.
Upaya penguatan juga mencakup peningkatan kompetensi melalui pemberian lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 2 bagi lulusan SMK, serta pembukaan Sekolah Rakyat di Lombok Timur yang dirancang khusus untuk anak-anak PMI. Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, mengungkapkan kekhawatiran terhadap tren peningkatan kasus PMI bermasalah, yang mencapai 1.327 kasus pada 2025—naik 23,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa pemulangan bukan akhir dari proses perlindungan, melainkan awal dari pemulihan kembali kehidupan sosial dan ekonomi.
Perlindungan yang efektif, menurut Runtuwene, harus mencakup layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan yang wajib diikuti oleh seluruh calon dan PMI. Tujuan akhirnya bukan hanya meminimalkan risiko, tetapi membangun kemandirian jangka panjang bagi para pekerja migran dan keluarganya. Dengan pendekatan holistik, diharapkan persoalan PMI tidak hanya diukur dari angka pemulangan, melainkan dari keberhasilan pemulihan kesejahteraan mereka di tanah air.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak tingkat desa.
24 September 2026

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Presiden Prabowo minta penelitian tentang lahan gambut diperkuat untuk pengelolaan berkelanjutan dan pencegahan kebakaran hutan.
24 September 2026

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Ketua Baleg DPR menegaskan proses penyusunan UU Pengaturan Reforma Agraria tidak tergesa-gesa, melainkan berbasis pada perasaan dan kebutuhan rakyat serta mendukung nilai-nilai UUD 1945.
24 September 2026

RAPBN 2027 Disepakati, Defisit Dipertahankan di 2,4%
Badan Anggaran DPR dan pemerintah menyetujui rancangan APBN 2027 dengan defisit 2,4% terhadap PDB, tetap menjaga konsistensi fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara terukur.
24 September 2026
Berita Lainnya

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

Qualcomm Perkenalkan Chipset Terbaru untuk Smartphone Premium
Kamis, 24 September 2026, 23.05 WITA

Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

