Pakistan Tugaskan Jenderal Pensiunan Jadi Sekjen Pertama Pakta Mekkah
Pakistan menunjuk Letnan Jenderal Nauman Mahmood sebagai sekretaris jenderal pertama Pakta Pertahanan Mekkah, menjelang operasionalisasi kerangka keamanan kolektif di Riyadh.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.12 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Pakistan resmi mengangkat Letnan Jenderal Nauman Mahmood, yang telah pensiun dari dinas militer, sebagai sekretaris jenderal pertama Pakta Pertahanan Mekkah. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Rabu (23/9), menyusul kesepakatan kerja sama pertahanan bersama antara tiga negara: Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Mahmood akan memimpin sekretariat yang sedang dibentuk di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, sebagai bagian dari mekanisme operasionalisasi perjanjian.
Sebelum menjabat di lembaga akademik militer, Mahmood menjabat sebagai presiden Universitas Pertahanan Nasional Pakistan dari November 2021 hingga April 2023. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Pakistan pada 1987 dan mengakhiri masa dinasnya pada 2023. Dengan pengalaman militernya yang panjang dan latar belakang strategis, ia dipandang sebagai tokoh yang mampu memimpin koordinasi keamanan lintas negara.
Pakta Pertahanan Mekkah telah disahkan melalui penandatanganan perjanjian kolektif oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada 7 Agustus. Perjanjian ini menetapkan bahwa serangan militer terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak, memperkuat mekanisme pertahanan bersama dalam skala regional.
Pengangkatan Mahmood menandai kemajuan penting menuju implementasi kerangka kelembagaan yang telah disiapkan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan bahwa perjanjian ini berakar pada solidaritas Islam dan ikatan persaudaraan yang mendalam, dengan tujuan membangun stabilitas keamanan jangka panjang. Tujuan utamanya adalah mendorong perdamaian, mengurangi ancaman bersenjata, serta menciptakan lingkungan regional yang aman dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Presiden Suriah Goda Trump dengan New Jersey dalam Pembicaraan Golan
Dalam kesempatan di PBB, Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa menyampaikan sindiran lembut kepada Trump soal rencana memberi wilayah ke Israel dengan menawarkan New Jersey sebagai gantinya.
25 September 2026

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis dan ABK Hilang
DPR mendesak Basarnas kembali membuka operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang usai meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
25 September 2026

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak tingkat desa.
24 September 2026

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Presiden Prabowo minta penelitian tentang lahan gambut diperkuat untuk pengelolaan berkelanjutan dan pencegahan kebakaran hutan.
24 September 2026
Berita Lainnya

Macklemore Gelar Tur Mandiri Dukung Palestina Pasca Didepak dari Tur Ed Sheeran
Jumat, 25 September 2026, 09.29 WITA

Jepang Kuatkan Rantai Pasok Pertanian dengan Teknologi dan Koperasi
Jumat, 25 September 2026, 09.09 WITA

Pameran Sejarah Tibet 1987–1989 Tampilkan Kekerasan dan Perlawanan Rakyat
Jumat, 25 September 2026, 09.08 WITA

Gugatan Ijazah Gibran Di MK: Soal Konstitusi, Bukan Hanya Persyaratan Pendidikan
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

11 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Sama Angkatan dengan Wakapolda Metro Jaya
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

BaraJP Minta MK Tolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

Sidang Cerai Sara dan Demian Berpotensi Diputus Verstek
Jumat, 25 September 2026, 09.05 WITA

AS Perpanjang Ketergantungan pada China untuk Mineral Langka
Jumat, 25 September 2026, 09.05 WITA

