Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pakistan Tugaskan Jenderal Pensiunan Jadi Sekjen Pertama Pakta Mekkah

Pakistan menunjuk Letnan Jenderal Nauman Mahmood sebagai sekretaris jenderal pertama Pakta Pertahanan Mekkah, menjelang operasionalisasi kerangka keamanan kolektif di Riyadh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.12 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Pakistan Tugaskan Jenderal Pensiunan Jadi Sekjen Pertama Pakta Mekkah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Pakistan resmi mengangkat Letnan Jenderal Nauman Mahmood, yang telah pensiun dari dinas militer, sebagai sekretaris jenderal pertama Pakta Pertahanan Mekkah. Keputusan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Rabu (23/9), menyusul kesepakatan kerja sama pertahanan bersama antara tiga negara: Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Mahmood akan memimpin sekretariat yang sedang dibentuk di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, sebagai bagian dari mekanisme operasionalisasi perjanjian.

Sebelum menjabat di lembaga akademik militer, Mahmood menjabat sebagai presiden Universitas Pertahanan Nasional Pakistan dari November 2021 hingga April 2023. Ia bergabung dengan Angkatan Darat Pakistan pada 1987 dan mengakhiri masa dinasnya pada 2023. Dengan pengalaman militernya yang panjang dan latar belakang strategis, ia dipandang sebagai tokoh yang mampu memimpin koordinasi keamanan lintas negara.

Pakta Pertahanan Mekkah telah disahkan melalui penandatanganan perjanjian kolektif oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada 7 Agustus. Perjanjian ini menetapkan bahwa serangan militer terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak, memperkuat mekanisme pertahanan bersama dalam skala regional.

Pengangkatan Mahmood menandai kemajuan penting menuju implementasi kerangka kelembagaan yang telah disiapkan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan bahwa perjanjian ini berakar pada solidaritas Islam dan ikatan persaudaraan yang mendalam, dengan tujuan membangun stabilitas keamanan jangka panjang. Tujuan utamanya adalah mendorong perdamaian, mengurangi ancaman bersenjata, serta menciptakan lingkungan regional yang aman dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya