Presiden Suriah Goda Trump dengan New Jersey dalam Pembicaraan Golan
Dalam kesempatan di PBB, Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa menyampaikan sindiran lembut kepada Trump soal rencana memberi wilayah ke Israel dengan menawarkan New Jersey sebagai gantinya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 09.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam percakapan terbuka di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa menyampaikan pernyataan menohok dengan nada bercanda terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengusulkan agar Trump memberikan New Jersey kepada Israel jika memang berniat menyerahkan tanah kepada negara tersebut, sebagai bentuk kritik halus terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap mendukung Israel secara eksplisit.
Al-Sharaa menjelaskan bahwa pilihan New Jersey bukan tanpa alasan, melainkan merujuk pada identitas politik wilayah tersebut yang dianggap kuat sebagai basis Partai Demokrat—lawan politik utama Trump dalam pemilu. Menurutnya, wilayah yang tidak mendukung Trump secara historis layak menjadi hadiah bagi negara yang justru dianggap mendukung kebijakan Israel. Namun, ia menegaskan bahwa lelucon ini tidak mengurangi posisi Suriah terhadap wilayah Golan.
Ia menekankan bahwa Dataran Tinggi Golan tetap merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Suriah, dan tidak ada pihak—termasuk pemimpin AS—yang berhak menyerahkan wilayah tersebut. “Trump memiliki New Jersey, tetapi tidak memiliki Golan. Meski bercanda, Golan adalah milik rakyat Suriah, dan tidak bisa dipindahkan tanpa persetujuan mereka,” tegasnya.
Dalam pidatonya di forum PBB, Al-Sharaa menegaskan bahwa pendudukan Israel atas Golan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Ia menegaskan bahwa semua upaya yang melanggar kedaulatan Suriah akan ditolak, termasuk aneksasi yang dilakukan Israel sejak 1981. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Trump karena mencabut sanksi terhadap Suriah, yang ia sebut sebagai langkah bersejarah dan bentuk dukungan nyata.
Sejak perang 1967, Israel telah menduduki sebagian besar Golan dan mendeklarasikan aneksasi wilayah tersebut. Namun, Dewan Keamanan PBB menolak keputusan itu melalui Resolusi 497 yang menyatakan tindakan tersebut batal demi hukum. Secara umum, komunitas internasional masih mengakui Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki. Hanya AS dan Kolombia yang secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pakistan Tugaskan Jenderal Pensiunan Jadi Sekjen Pertama Pakta Mekkah
Pakistan menunjuk Letnan Jenderal Nauman Mahmood sebagai sekretaris jenderal pertama Pakta Pertahanan Mekkah, menjelang operasionalisasi kerangka keamanan kolektif di Riyadh.
25 September 2026

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis dan ABK Hilang
DPR mendesak Basarnas kembali membuka operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang usai meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
25 September 2026

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak tingkat desa.
24 September 2026

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Presiden Prabowo minta penelitian tentang lahan gambut diperkuat untuk pengelolaan berkelanjutan dan pencegahan kebakaran hutan.
24 September 2026
Berita Lainnya

Macklemore Gelar Tur Mandiri Dukung Palestina Pasca Didepak dari Tur Ed Sheeran
Jumat, 25 September 2026, 09.29 WITA

Jepang Kuatkan Rantai Pasok Pertanian dengan Teknologi dan Koperasi
Jumat, 25 September 2026, 09.09 WITA

Pameran Sejarah Tibet 1987–1989 Tampilkan Kekerasan dan Perlawanan Rakyat
Jumat, 25 September 2026, 09.08 WITA

Gugatan Ijazah Gibran Di MK: Soal Konstitusi, Bukan Hanya Persyaratan Pendidikan
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

11 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Sama Angkatan dengan Wakapolda Metro Jaya
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

BaraJP Minta MK Tolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Jumat, 25 September 2026, 09.06 WITA

Sidang Cerai Sara dan Demian Berpotensi Diputus Verstek
Jumat, 25 September 2026, 09.05 WITA

AS Perpanjang Ketergantungan pada China untuk Mineral Langka
Jumat, 25 September 2026, 09.05 WITA

