Rupiah Melemah ke Rp17.900, Dolar AS Kuat di Pasar Global
Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada Jumat (25/9/2026), menyentuh level Rp17.900, dipengaruhi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Rupiah mengawali perdagangan akhir pekan ini dengan tekanan pelemahan, bergerak melemah 0,08% ke posisi Rp17.900 per dolar AS pada awal sesi. Data dari Refinitiv menunjukkan pergerakan tersebut melanjutkan tren penurunan dari sesi sebelumnya, ketika mata uang nasional ditutup di level Rp17.885/US$. Kenaikan dolar AS terus berlanjut, bahkan sempat menyentuh level Rp17.900 sebelum sempat menguat kembali menjelang penutupan perdagangan Kamis.
Kekuatan dolar AS di pasar global menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Indeks dolar AS (DXY) meski melemah tipis 0,02% ke 101,265 pada pukul 09.00 WIB, tetap berada di kisaran tinggi setelah sebelumnya menguat 0,19% pada penutupan Kamis. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, khususnya tenor 30 tahun yang mencapai level tertinggi sejak Juni 2004, serta yield tenor 10 tahun yang menyentuh puncak dua dekade, memperkuat daya tarik greenback sebagai aset aman.
Data ekonomi AS yang kuat turut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Klaim awal tunjangan pengangguran turun ke 197.000 pada pekan lalu, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 201.000. Di sisi lain, lonjakan harga minyak hampir 4% akibat serangan rudal Houthi ke Arab Saudi memperburuk kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi, yang berpotensi menyeret inflasi global naik. Dalam konteks itu, pejabat The Fed seperti John Williams dan Anna Paulson menegaskan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter tambahan tetap terbuka.
Peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan Oktober telah naik menjadi 68,6%, meningkat dari 55,4% pada pekan sebelumnya menurut CME FedWatch. Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental ekonomi. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan BI tetap aktif di pasar untuk menjamin mekanisme pasar berjalan optimal dan menstabilkan nilai tukar.
Strategi operasi moneter BI diperkuat melalui pendekatan pro-market, dengan fokus pada pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dan efektivitas stabilisasi nilai tukar. Koordinasi intensif dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus dilakukan untuk mendorong masuknya modal asing serta mengelola kebutuhan valuta asing dalam negeri secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pajak dan Retribusi Digital Capai Rp165 Triliun di 2026
Peningkatan signifikan dalam sistem pembayaran nontunai pajak dan retribusi daerah mencapai Rp165 triliun pada 2026, didorong digitalisasi ekosistem pemerintahan di 518 dari 546 kabupaten/kota.
25 September 2026

Solusi Tidak Terima OTP Saat Daftar NPWP Online
Masyarakat yang gagal terima OTP saat daftar NPWP lewat Coretax bisa gunakan langkah teknis dan alternatif layanan langsung untuk kelancaran proses verifikasi.
25 September 2026

Gubernur BI: Rekrutmen 160 Ribu, Hanya 150 yang Diterima
Dari 160 ribu pelamar, BI hanya menerima kurang dari 150 orang, menunjukkan ketimpangan antara minat melamar dan ketersediaan talenta teknologi di Indonesia.
25 September 2026

Bank Mega Perluas Akses Pembayaran Digital Internasional
Bank Mega resmi jadi first mover dukung QRIS Cross Border dan KKI lewat aplikasi M-Smile, memperluas transaksi digital lintas negara bagi nasabah.
25 September 2026
Berita Lainnya

Indonesia Bisa Manfaatkan Jeda Pengembangan AI Global
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Google Uji Chip AI di Orbit untuk Proyek Pusat Data Luar Angkasa
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Netanyahu Bawa Starlink ke PBB, Tegaskan Kebebasan Internet
Jumat, 25 September 2026, 12.09 WITA

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RAPBN 2027 Siap Disahkan Akhir September
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

RI Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Teknologinya
Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA

Data Akurat Kunci Efektivitas Subsidi BBM
Jumat, 25 September 2026, 12.07 WITA

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato
Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA

