IHSG Naik 0,29% ke Level 5.943 di Penutupan Rabu
Indeks saham utama Indonesia menguat tipis pada penutupan perdagangan Rabu, ditopang kenaikan sektor properti dan teknologi meski mayoritas saham melemah.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 5.943 pada akhir perdagangan hari ini, menunjukkan kenaikan 17,04 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi meskipun sebagian besar saham mengalami tekanan penurunan, menunjukkan ketahanan pasar di tengah volatilitas regional. Total nilai transaksi mencapai Rp11,04 triliun dengan volume perdagangan mencapai 31,23 miliar saham, menggambarkan aktivitas pasar yang cukup signifikan.
Dari 11 sektor utama, sembilan di antaranya mampu mencatatkan kenaikan, dengan sektor properti dan teknologi menjadi pemimpin penguatan masing-masing sebesar 2 persen. Sementara itu, dua sektor lainnya mengalami penurunan, terutama sektor barang konsumen non primer yang turun 1 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 280 menguat, 321 melemah, dan 194 bergerak datar, menunjukkan dominasi penurunan secara agregat.
Di tingkat regional, pasar saham Asia umumnya bergerak dalam zona negatif. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,13 persen, Straits Times di Singapura terkoreksi 0,33 persen, Shanghai Composite di China melemah 0,89 persen, sementara Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan tipis 0,05 persen. Di sisi lain, pasar Eropa menunjukkan kinerja positif, dengan indeks DAX Jerman naik 0,42 persen dan FTSE 100 Inggris menguat 0,22 persen.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir dalam tekanan merah. Indeks S&P 500 turun 0,02 persen, NASDAQ Composite melemah 0,15 persen, dan Dow Jones terkoreksi 0,35 persen. Kondisi ini mencerminkan tekanan dari sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar, namun IHSG mampu menahan kenaikan tipis berkat kinerja sektor unggulan dan aliran modal domestik yang relatif stabil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

