Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 0,29% ke Level 5.943 di Penutupan Rabu

Indeks saham utama Indonesia menguat tipis pada penutupan perdagangan Rabu, ditopang kenaikan sektor properti dan teknologi meski mayoritas saham melemah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 22x dibuka
IHSG Naik 0,29% ke Level 5.943 di Penutupan Rabu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 5.943 pada akhir perdagangan hari ini, menunjukkan kenaikan 17,04 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi meskipun sebagian besar saham mengalami tekanan penurunan, menunjukkan ketahanan pasar di tengah volatilitas regional. Total nilai transaksi mencapai Rp11,04 triliun dengan volume perdagangan mencapai 31,23 miliar saham, menggambarkan aktivitas pasar yang cukup signifikan.

Dari 11 sektor utama, sembilan di antaranya mampu mencatatkan kenaikan, dengan sektor properti dan teknologi menjadi pemimpin penguatan masing-masing sebesar 2 persen. Sementara itu, dua sektor lainnya mengalami penurunan, terutama sektor barang konsumen non primer yang turun 1 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 280 menguat, 321 melemah, dan 194 bergerak datar, menunjukkan dominasi penurunan secara agregat.

Di tingkat regional, pasar saham Asia umumnya bergerak dalam zona negatif. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,13 persen, Straits Times di Singapura terkoreksi 0,33 persen, Shanghai Composite di China melemah 0,89 persen, sementara Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan tipis 0,05 persen. Di sisi lain, pasar Eropa menunjukkan kinerja positif, dengan indeks DAX Jerman naik 0,42 persen dan FTSE 100 Inggris menguat 0,22 persen.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir dalam tekanan merah. Indeks S&P 500 turun 0,02 persen, NASDAQ Composite melemah 0,15 persen, dan Dow Jones terkoreksi 0,35 persen. Kondisi ini mencerminkan tekanan dari sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar, namun IHSG mampu menahan kenaikan tipis berkat kinerja sektor unggulan dan aliran modal domestik yang relatif stabil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya