Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Sesi I Melemah 0,55% ke Level 6.158

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,55% pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu, dipengaruhi tekanan jual dan pelemahan sektor energi serta properti.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Sesi I Melemah 0,55% ke Level 6.158📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (7/10/2026), menutup pergerakan pukul 12.00 WIB di level 6.158,78. Penurunan sebesar 34,14 poin atau 0,55% ini terjadi setelah indeks sempat menguat pada pembukaan di 6.210,42 dan menyentuh puncak harian di 6.214,76. Namun, dominasi penjualan menyebabkan indeks berbalik arah dan bergerak turun tajam ke kisaran 6.170-an, sebelum kemudian bergerak sideways di rentang sempit antara 6.150 hingga 6.170. Level terendah harian tercatat pada 6.146,02.

Pelemahan IHSG didorong oleh tekanan dari 357 saham yang melemah, sementara hanya 227 saham yang menguat dan 329 saham stagnan. Sektor energi menjadi pemicu utama penurunan dengan penurunan 2,4%, disusul oleh properti yang turun 1,4% dan infrastruktur yang merosot 1,1%. Beberapa emiten yang menjadi beban utama antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT United Tractors Tbk (UNTR), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Di sisi lain, emiten-emiten penopang koreksi IHSG antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA). Volume perdagangan mencapai 212,49 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp4,77 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang masih relatif tinggi meski bergerak dalam tekanan.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan eksternal, terutama defisit perdagangan Amerika Serikat yang membesar, serta ekspektasi terhadap risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis dini hari besok. Dokumen tersebut akan memberikan gambaran mengenai pembahasan kebijakan moneter The Fed, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Di sisi lain, investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia untuk menilai ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar rupiah. Pergerakan bursa Asia pun bervariasi, dengan Nikkei datar, Kospi turun 0,57%, dan S&P/ASX 200 melemah 0,13%, berbeda dengan arah Wall Street yang terdampak imbal hasil obligasi AS.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya