IHSG Terkoreksi Ringan di Bawah 6.000
Indeks saham utama Indonesia melemah tipis sore ini, berakhir di 5.925, didukung kenaikan 336 saham menguat dan transaksi senilai Rp10,65 triliun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 5.925 pada penutupan perdagangan Selasa (13/10), menunjukkan penurunan 10,17 poin atau 0,17 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun sebanyak 336 saham mencatatkan kenaikan harga, menunjukkan dominasi penguatan di sektor tertentu meski belum cukup mengangkat indeks secara keseluruhan. Total volume perdagangan mencapai 36,45 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,65 triliun.
Dari 11 sektor utama, empat di antaranya mengalami pelemahan, sementara tujuh lainnya menguat. Sektor properti menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 2 persen, mencatatkan performa terbaik di antara kelompok sektoral. Kenaikan ini menjadi salah satu faktor penopang kinerja pasar meski masih belum mampu menghindarkan indeks dari tekanan penurunan.
Pada level regional, pasar saham Asia menunjukkan kecenderungan positif secara umum. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,30 persen, Straits Times di Singapura menguat 0,35 persen, dan Shanghai Composite di China melonjak 0,10 persen. Namun, pasar Jepang justru tertekan dengan penurunan indeks Nikkei 225 sebesar 1,82 persen. Di Eropa, pasar saham juga bergerak menguat, dengan DAX Jerman naik 0,49 persen dan FTSE 100 Inggris melonjak 0,71 persen.
Di pasar Amerika Serikat, kondisi lebih beragam. Indeks S&P 500 melemah 0,06 persen, sedangkan NASDAQ Composite turun 0,44 persen, namun Dow Jones menguat 0,38 persen. Pergerakan bursa global ini turut memberi pengaruh terhadap sentimen pasar domestik, meski belum cukup kuat untuk mengubah arah IHSG secara signifikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

