Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Terkoreksi Ringan di Bawah 6.000

Indeks saham utama Indonesia melemah tipis sore ini, berakhir di 5.925, didukung kenaikan 336 saham menguat dan transaksi senilai Rp10,65 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
IHSG Terkoreksi Ringan di Bawah 6.000📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 5.925 pada penutupan perdagangan Selasa (13/10), menunjukkan penurunan 10,17 poin atau 0,17 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun sebanyak 336 saham mencatatkan kenaikan harga, menunjukkan dominasi penguatan di sektor tertentu meski belum cukup mengangkat indeks secara keseluruhan. Total volume perdagangan mencapai 36,45 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,65 triliun.

Dari 11 sektor utama, empat di antaranya mengalami pelemahan, sementara tujuh lainnya menguat. Sektor properti menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 2 persen, mencatatkan performa terbaik di antara kelompok sektoral. Kenaikan ini menjadi salah satu faktor penopang kinerja pasar meski masih belum mampu menghindarkan indeks dari tekanan penurunan.

Pada level regional, pasar saham Asia menunjukkan kecenderungan positif secara umum. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong naik 0,30 persen, Straits Times di Singapura menguat 0,35 persen, dan Shanghai Composite di China melonjak 0,10 persen. Namun, pasar Jepang justru tertekan dengan penurunan indeks Nikkei 225 sebesar 1,82 persen. Di Eropa, pasar saham juga bergerak menguat, dengan DAX Jerman naik 0,49 persen dan FTSE 100 Inggris melonjak 0,71 persen.

Di pasar Amerika Serikat, kondisi lebih beragam. Indeks S&P 500 melemah 0,06 persen, sedangkan NASDAQ Composite turun 0,44 persen, namun Dow Jones menguat 0,38 persen. Pergerakan bursa global ini turut memberi pengaruh terhadap sentimen pasar domestik, meski belum cukup kuat untuk mengubah arah IHSG secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya