Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iklan Digital Jadi Sarana Penyebaran Spyware Tanpa Klik

Investigasi menyebut agensi iklan Israel menyebarkan spyware melalui iklan yang otomatis menginfeksi perangkat tanpa interaksi pengguna, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap privasi digital global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 88x dibuka
Iklan Digital Jadi Sarana Penyebaran Spyware Tanpa Klik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah temuan terbaru mengungkap praktik berbahaya dalam ekosistem periklanan digital, di mana iklan yang ditampilkan tanpa diklik dapat menjadi sarana penyebaran spyware secara diam-diam. Teknik ini dikenal sebagai AdFection, yang memanfaatkan celah pada sistem iklan online untuk menyusup ke perangkat pengguna melalui kode berbahaya yang diintegrasikan ke dalam tayangan iklan. Pelaku, yang dikaitkan dengan kelompok bernama DARK CARTOGRAPHER, telah memanfaatkan agensi iklan berbasis Israel bernama Discover-Tech sebagai alat distribusi untuk menyebarkan perangkat lunak mata-mata sejak setidaknya 2019.

Perangkat lunak berbahaya yang terdeteksi dalam iklan tersebut adalah Candiru, yang dikaitkan dengan alat intelijen pemerintah Israel. Platform Controlium milik Discover-Tech memungkinkan pelaku mengidentifikasi perangkat dan alamat IP secara massal, lalu secara otomatis mengirimkan infeksi hanya kepada target tertentu yang sesuai kriteria. Proses ini terjadi tanpa perlu interaksi pengguna—dikenal sebagai zero-click—sehingga korban tidak menyadari telah terinfeksi.

Temuan ini menunjukkan bahwa lebih dari 75 ribu aplikasi Android dan iOS, serta lebih dari 120 ribu situs web, telah menjadi jalur penyebaran iklan tersebut. Beberapa platform besar seperti Yahoo Mail, Opera Mini, Duolingo, Ludo Star, BBC, New York Times, dan IMDb diketahui menampilkan iklan dari Discover-Tech. Namun, spyware hanya aktif pada perangkat yang cocok dengan profil target intelijen, bukan secara acak. Satu-satunya korban yang teridentifikasi dalam laporan adalah perangkat milik staf dan jaringan internal Al Jazeera.

Citizen Lab menekankan bahwa temuan ini mengungkap celah kritis dalam sistem periklanan digital yang minim pengawasan keamanan. Mereka menyerukan reformasi segera dalam industri ini untuk melindungi privasi pengguna dan mencegah eksploitasi lebih lanjut. Sebagai langkah mitigasi, disarankan penggunaan ekstensi pemblokir iklan terpercaya, penggunaan browser dengan privasi tinggi, reset ID iklan secara rutin, serta memanfaatkan fitur opt-out yang tersedia di aplikasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya