Imigrasi AS Geledah Rumah Anggota DPR Ilhan Omar
Penggeledahan rumah anggota DPR Ilhan Omar oleh otoritas federal AS dikaitkan dengan penyelidikan dugaan penipuan imigrasi, yang dikritik sebagai tindakan politik terhadap tokoh kritis terhadap Trump.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pihak imigrasi Amerika Serikat melakukan penggeledahan di rumah anggota DPR Ilhan Omar di Washington DC pada dini hari Senin, 12 Oktober, sebagai bagian dari penyelidikan federal yang sedang berlangsung. Operasi tersebut dilakukan oleh Homeland Security Investigations (HSI), unit di bawah Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS, berdasarkan surat perintah yang sah. Kementerian Kehakiman AS memastikan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan, meski belum mengungkapkan rincian spesifik terkait temuan atau tuduhan.
Kasus yang ditangani diduga berkaitan dengan dokumen imigrasi yang disusun oleh mendiang ayah Omar saat ia masih kecil. Sumber yang mengetahui perkara menyebutkan adanya dugaan penipuan dalam proses tersebut. Omar, yang lahir di Somalia dan tumbuh di Amerika Serikat, menegaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari kampanye intimidasi politik yang dipimpin oleh mantan Presiden Donald Trump. Ia menyatakan bahwa selama dekade terakhir, dirinya menjadi sasaran serangan sistematis yang dibangun atas dasar kebohongan dan fitnah.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial, di mana Omar menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar prosedur hukum biasa, melainkan eskalasi terbaru dari retorika kebencian yang telah menghantui dirinya dan keluarganya. Ia menyoroti bahwa ancaman pembunuhan yang pernah diterimanya didorong oleh narasi politik yang memperkeruh perpecahan sosial. Beberapa waktu sebelumnya, seorang warga Minnesota, Anthony James Kazmierczak, divonis 14 bulan penjara karena menyerang Omar dengan cuka, yang diakui sebagai bentuk protes terhadap pandangan politiknya.
Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, bersama kolega lainnya, mengutuk penggeledahan sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan negara untuk menyerang anggota kongres terpilih secara sah. Mereka menilai tindakan tersebut mencerminkan adanya mesin deportasi massal yang digunakan sebagai alat politik. Jeffries, Katherine Clark, dan Pete Aguilar menegaskan bahwa mereka akan meminta pertanggungjawaban penuh atas dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut. Penggeledahan ini terjadi di tengah masa kritis menjelang pemilihan paruh waktu 3 November, ketika Partai Republik berusaha mempertahankan kendali di Kongres.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

