Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya

Pemerintah menahan 1.048 ton udang impor yang bocor ke pasar lokal untuk melindungi 3 juta pembudidaya nasional dan menjaga potensi ekspor hingga US$2 miliar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan tindakan penahanan terhadap udang impor yang disinyalir bocor ke pasar domestik bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan upaya strategis untuk melindungi jutaan pembudidaya udang di seluruh tanah air. Ia menekankan bahwa impor komoditas yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan ekspor justru mengancam keberlangsungan usaha lokal, terlebih ketika Indonesia memiliki potensi besar sebagai eksportir utama dengan nilai ekspor mendekati angka US$2 miliar.

Trenggono menyoroti risiko yang muncul jika pasar dalam negeri dikuasai produk impor, terutama karena harga yang lebih murah dapat merusak daya saing petani udang lokal. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pembudidaya bukan pilihan, melainkan kewajiban pemerintah. “Kita punya 3 juta pembudidaya. Mereka bukan sekadar pekerja, tapi bagian dari perekonomian nasional yang harus dijaga,” ujarnya saat berada di lokasi peninjauan di Sinjai, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 1.048 ton udang impor yang diamankan berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, diduga bocor dari jalur ekspor yang seharusnya tidak boleh masuk ke pasar dalam negeri. Penyitaan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap praktik ilegal yang dapat merusak ekosistem produksi dalam negeri. Menurut KKP, tindakan tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp405,8 miliar.

Trenggono menegaskan bahwa pemerintah akan terus menegakkan prinsip perlindungan terhadap produksi dalam negeri, bahkan jika harus menahan barang yang sudah masuk ke wilayah domestik. “Jika bocor, kita tahan. Bahkan di kawasan pun, kita tahan. Itu prinsip utama kita,” tegasnya. Ia memperingatkan bahwa keuntungan jangka pendek dari impor ilegal akan berdampak merusak jangka panjang terhadap sektor perikanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Waspada Penawaran Pinjaman Online Ilegal
Hukum & Kriminal

Waspada Penawaran Pinjaman Online Ilegal

Masyarakat diminta waspada terhadap tawaran pinjaman digital yang menjanjikan cair cepat tanpa prosedur jelas, karena banyak di antaranya merupakan platform ilegal yang berpotensi menyalahgunakan data dan membebani pengguna dengan bunga tinggi.

28 September 2026

Berita Lainnya