Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan tambang emas asal Australia, Northern Star Resources, resmi menolak tawaran pengambilalihan senilai A$38,7 miliar (setara Rp443 triliun) dari Gold Fields, perusahaan asal Afrika Selatan. Keputusan ini menandai kegagalan rencana pembentukan produsen emas terbesar kedua di dunia, yang sebelumnya diharapkan dapat mengungguli Newmont dalam skala produksi. Northern Star menilai tawaran tersebut tidak merefleksikan potensi aset strategis yang dimilikinya, terutama di wilayah Australia Barat.
Tawaran yang diajukan Gold Fields mengusung skema pembayaran campuran, yaitu 0,3125 saham baru Gold Fields serta A$7,25 tunai per saham Northern Star. Namun, nilai tawaran berubah secara signifikan sejak pertama kali disampaikan pada 14 September, turun dari A$27 per saham menjadi A$25,19 per saham berdasarkan harga penutupan saham Gold Fields pada Jumat sebelumnya. Meskipun memberikan premi sekitar 14% dibanding harga saham sebelumnya, Northern Star menilai angka tersebut tetap terlalu rendah.
Chairman Northern Star, Michael Chaney, menyatakan bahwa proposal tersebut dinilai tidak adil dan menguntungkan pihak pembeli. Ia menekankan bahwa nilai tawaran tidak sesuai dengan fundamental aset perusahaan, terutama mengingat lokasi operasional yang strategis seperti tambang Super Pit di Kalgoorlie—salah satu tambang emas terbesar di Australia. Selain itu, perusahaan juga khawatir akan eksposur tinggi terhadap risiko yurisdiksi dari perusahaan asal Afrika Selatan.
Gold Fields tetap menyatakan kesiapan untuk berdialog lebih lanjut dengan direksi Northern Star, menegaskan bahwa mereka membuka ruang komunikasi konstruktif. Namun, Northern Star menegaskan bahwa keputusan penolakan telah dipertimbangkan secara matang dan berdasarkan pertimbangan jangka panjang bagi pemegang saham. Pasar saham mencerminkan ketegangan ini: saham Northern Star naik 6,2% menjadi A$23,47, sementara saham Gold Fields turun lebih dari 12% di bursa Johannesburg.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
PT Toba Surimi Industries Tbk resmi mengangkat Beston Barto Siboro sebagai Direktur Utama setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Tahan Suku Bunga Acuan, Destry Tekankan Evaluasi Berkelanjutan
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

