Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Tahan Suku Bunga Acuan, Destry Tekankan Evaluasi Berkelanjutan

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% sambil menunda keputusan kenaikan hingga melihat perkembangan ekonomi mendatang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
BI Tahan Suku Bunga Acuan, Destry Tekankan Evaluasi Berkelanjutan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam rapat dewan gubernur terbaru, menandai keputusan yang konsisten dengan arahan kebijakan moneter sebelumnya. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hasil dari ketidakpastian, melainkan hasil dari evaluasi mendalam terhadap berbagai indikator ekonomi makro. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter tetap berorientasi pada stabilitas harga, khususnya inflasi inti yang dinilai masih dalam batas aman.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Destry menyatakan bahwa belum ada keputusan final mengenai kenaikan suku bunga dalam tiga bulan ke depan. “Kita lihat nanti, ya,” ujarnya, menunjukkan sikap terbuka terhadap perubahan kebijakan jika kondisi ekonomi berubah. Pernyataan ini menegaskan bahwa BI tidak menutup kemungkinan menyesuaikan BI Rate sesuai dengan perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, dan tekanan terhadap pertumbuhan domestik.

Meskipun bank sentral global seperti The Fed memutuskan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, BI memilih tidak meniru langkah tersebut. Destry menekankan bahwa keputusan tidak diambil secara otomatis berdasarkan kebijakan luar negeri, melainkan berdasarkan analisis khusus terhadap kondisi dalam negeri. Salah satu pertimbangan utama adalah dampak kenaikan suku bunga terhadap daya beli masyarakat dan aktivitas sektor riil, yang tetap menjadi perhatian utama.

Indikator inflasi inti, yang mencerminkan tekanan permintaan terhadap harga, diperkirakan berada di sekitar 2%, jauh di bawah ambang batas yang dianggap mengancam stabilitas harga. Inflasi umum, meski berada di 3,19%, dinilai tidak menunjukkan tekanan berkelanjutan, sehingga tidak memaksa BI untuk segera menaikkan suku bunga. Destry menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab BI, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk pengelolaan pangan dan distribusi oleh pemerintah pusat dan daerah.

Keputusan ini menunjukkan pendekatan berhati-hati dan proaktif dari BI dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Dengan tetap mempertahankan suku bunga acuan, BI memberikan ruang bagi ekonomi untuk tumbuh secara stabil, sambil tetap siap menyesuaikan kebijakan jika tekanan inflasi meningkat secara signifikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya