BI Tahan Suku Bunga Acuan, Destry Tekankan Evaluasi Berkelanjutan
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% sambil menunda keputusan kenaikan hingga melihat perkembangan ekonomi mendatang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam rapat dewan gubernur terbaru, menandai keputusan yang konsisten dengan arahan kebijakan moneter sebelumnya. Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hasil dari ketidakpastian, melainkan hasil dari evaluasi mendalam terhadap berbagai indikator ekonomi makro. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter tetap berorientasi pada stabilitas harga, khususnya inflasi inti yang dinilai masih dalam batas aman.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Destry menyatakan bahwa belum ada keputusan final mengenai kenaikan suku bunga dalam tiga bulan ke depan. “Kita lihat nanti, ya,” ujarnya, menunjukkan sikap terbuka terhadap perubahan kebijakan jika kondisi ekonomi berubah. Pernyataan ini menegaskan bahwa BI tidak menutup kemungkinan menyesuaikan BI Rate sesuai dengan perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, dan tekanan terhadap pertumbuhan domestik.
Meskipun bank sentral global seperti The Fed memutuskan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada bulan September, BI memilih tidak meniru langkah tersebut. Destry menekankan bahwa keputusan tidak diambil secara otomatis berdasarkan kebijakan luar negeri, melainkan berdasarkan analisis khusus terhadap kondisi dalam negeri. Salah satu pertimbangan utama adalah dampak kenaikan suku bunga terhadap daya beli masyarakat dan aktivitas sektor riil, yang tetap menjadi perhatian utama.
Indikator inflasi inti, yang mencerminkan tekanan permintaan terhadap harga, diperkirakan berada di sekitar 2%, jauh di bawah ambang batas yang dianggap mengancam stabilitas harga. Inflasi umum, meski berada di 3,19%, dinilai tidak menunjukkan tekanan berkelanjutan, sehingga tidak memaksa BI untuk segera menaikkan suku bunga. Destry menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab BI, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk pengelolaan pangan dan distribusi oleh pemerintah pusat dan daerah.
Keputusan ini menunjukkan pendekatan berhati-hati dan proaktif dari BI dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Dengan tetap mempertahankan suku bunga acuan, BI memberikan ruang bagi ekonomi untuk tumbuh secara stabil, sambil tetap siap menyesuaikan kebijakan jika tekanan inflasi meningkat secara signifikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

