Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bintang Chemical Resmikan Pabrik Baru di Cikande, Target Produksi 20.000 Ton Tahunan

PT Bintang Chemical Indonesia mulai pembangunan pabrik baru di Cikande dengan kapasitas 20.000 ton cat per tahun, ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Bintang Chemical Resmikan Pabrik Baru di Cikande, Target Produksi 20.000 Ton Tahunan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bintang Chemical Indonesia secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan fasilitas produksi baru di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (28/9). Proyek ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh, terutama di sektor perbaikan cat mobil pasca-tabrakan. Dengan luas lahan 10.800 meter persegi dan potensi ekspansi hingga 4.000 meter persegi, fasilitas ini akan dibangun hingga mencapai total area bangunan sekitar 5.324 meter persegi.

Pembangunan ditargetkan rampung pada Juli 2027, dengan rencana operasional komersial dimulai Agustus tahun yang sama. Fasilitas akan mencakup kantor pusat, pusat riset dan inovasi, serta infrastruktur produksi lengkap. Produk unggulan yang akan diproduksi meliputi cat automotive refinish, cat kayu, cat dekoratif berbasis pelarut, dan coating khusus. Perusahaan menekankan fokus pada segmen automotive refinish sebagai respons terhadap pertumbuhan pasar kendaraan di Indonesia.

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa saat ini kapasitas produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar, sehingga pembangunan pabrik baru menjadi krusial untuk memperkuat posisi di industri cat nasional. Managing Director Tio Kay Hok menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menciptakan produk dengan standar internasional, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat keberadaan produsen lokal.

Dalam proses pembangunan, Bintang Chemical menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50–60 persen pada tahap awal, dengan rencana kenaikan bertahap hingga mencapai 80 persen seiring perkembangan ekosistem pasokan lokal. Selama konstruksi, proyek ini diharapkan menyerap 200–300 tenaga kerja, sementara saat beroperasi penuh akan menyediakan sekitar 400 posisi kerja tetap. Prioritas rekrutmen diberikan kepada warga sekitar Cikande dan Banten, dengan pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi.

Sistem manajemen lingkungan dan keselamatan juga menjadi bagian penting dari perencanaan, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3 dan domestik, serta pemantauan berkala kualitas air dan udara. Di sisi keselamatan, pengelolaan bahan kimia mudah terbakar dilengkapi dengan pelabelan, alat pelindung diri, sprinkler, dan hidran. Perusahaan menekankan bahwa pembangunan ini bukan hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan sumber daya manusia nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya