Pendanaan LRT Perpanjangan Didukung Sinergi Investasi Nasional
Kolaborasi antara lembaga keuangan nasional dan pemerintah daerah diharapkan mempercepat perluasan jaringan LRT Jakarta tanpa membebani APBD.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 23.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mempertimbangkan pendekatan baru dalam pendanaan perpanjangan jalur LRT, dengan melibatkan lembaga investasi nasional sebagai mitra strategis. Langkah ini dinilai sebagai respons atas keterbatasan ruang fiskal daerah yang terus menurun akibat beban pembangunan infrastruktur berbasis anggaran murni. Dengan keterlibatan lembaga seperti Danantara, pembiayaan proyek tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pinjaman daerah atau penerbitan obligasi.
Pakar transportasi Djoko Setijowarno menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar soal dana, melainkan transformasi dalam pola pengelolaan infrastruktur publik. Ia menekankan bahwa keberhasilan sistem transportasi masa depan tidak lagi ditentukan oleh jumlah armada, tetapi oleh kemampuan merancang skema pembiayaan yang berkelanjutan dan inklusif. Sinergi dengan lembaga investasi nasional dinilai menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan anggaran daerah tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.
Perpanjangan rute LRT, termasuk koridor Manggarai-Dukuh Atas, Kelapa Gading-JIS, dan Velodrome-Stasiun Whoosh Halim, diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah Jabodetabek. Integrasi dengan moda transportasi utama seperti Kereta Cepat Whoosh, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan JIS menjadi bagian penting dari visi mobilitas berkelanjutan. Dengan demikian, perpindahan antarmoda dapat berlangsung secara mulus, mengurangi kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
Dengan pendekatan bisnis yang sehat, lembaga investasi juga turut mendorong optimalisasi kawasan sekitar stasiun melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD). Pemanfaatan hak penamaan dan pendapatan non-tiket diharapkan mampu menciptakan pendanaan mandiri bagi operasional LRT, mengurangi ketergantungan pada subsidi. Pendekatan ini bukan hanya memperkuat keberlanjutan finansial, tetapi juga mendorong kemandirian sistem transportasi perkotaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembangunan Digital Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat
Wamenkomdigi menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi dilihat dari manfaat langsung bagi masyarakat, bukan hanya cakupan jaringan.
27 September 2026

China Bangun Masa Depan dengan Rencana Jangka Panjang
Kunjungan redaktur ke Beijing dan Shanghai mengungkap strategi sistemik pembangunan berkelanjutan, dari kota hijau hingga pelatihan robot berbasis kecerdasan berwujud.
27 September 2026

Menkum Tekankan Hukum Jadi Fondasi Pembangunan Palu
Menteri Hukum menekankan pentingnya supremasi hukum dalam setiap tahap pembangunan di Palu, menjamin legalitas dan keadilan dalam kebijakan publik.
27 September 2026

Trem Listrik Baterai Siap Beroperasi di Bali 2028
Pemerintah Bali, Badung, dan KAI siap bangun trem listrik baterai sepanjang 12 km dari Bandara Ngurah Rai ke Canggu, target operasional 2028.
27 September 2026
Berita Lainnya

PSI Soroti Inkonsistensi DPR Soal Pemilu Serentak
Minggu, 27 September 2026, 23.29 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 Dibuka dengan Konferensi Global dan Aksi Sosial
Minggu, 27 September 2026, 23.28 WITA

Tewas Diduga Tertembak Usai Tawuran, Jenazah Korban Diperiksa di RS Bhayangkara
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Komisi I DPR Minta Evaluasi Komcad Pasca Kematian ASN
Minggu, 27 September 2026, 23.23 WITA

Menteri PU Sidak Langsung ke Sawah Kering Bekasi
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Pria di Bandung Tewaskan Ibu Tiri dengan Setrum dan Pisau
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Koalisi Sipil Desak Hentikan Paksaan ASN Ikut Latihan Militer
Minggu, 27 September 2026, 23.22 WITA

Gontor Tidak Tegur Prabowo Lewat Al-Quran, Stafsus Menag Bantah Hoaks
Minggu, 27 September 2026, 23.21 WITA

