Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trem Listrik Baterai Siap Beroperasi di Bali 2028

Pemerintah Bali, Badung, dan KAI siap bangun trem listrik baterai sepanjang 12 km dari Bandara Ngurah Rai ke Canggu, target operasional 2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 09.02 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 9x dibuka
Trem Listrik Baterai Siap Beroperasi di Bali 2028📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menetapkan langkah konkret dalam pengembangan sistem transportasi massal berbasis trem listrik baterai. Proyek ini menargetkan pembangunan jalur pertama sepanjang 12 kilometer yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, salah satu pusat pariwisata dan mobilitas tinggi di Bali. Teknologi baterai dipilih untuk menghindari kebutuhan kabel listrik di sepanjang jalur, sehingga menjaga estetika dan lingkungan khas Bali.

Jalur trem dirancang dengan dua lintasan dan area persilangan untuk memastikan kelancaran perjalanan. Dimensi trase dibatasi sekitar tiga meter, sementara kendaraan trem dirancang lebih ramping dibandingkan bus biasa, dengan lebar di bawah dua meter. Rancangan ini menekankan kepraktisan tanpa mengorbankan kenyamanan, serta memungkinkan integrasi dengan moda transportasi lainnya seperti angkutan kota dan sepeda listrik.

Dalam satu hari, koridor Bandara-Canggu menjadi tempat melewati sekitar 150 ribu orang dan 80 ribu kendaraan. Dengan kapasitas angkut maksimal 20 ribu penumpang per jam, trem diharapkan mampu menyerap sekitar 40 persen dari beban mobilitas saat puncak. Jeda keberangkatan direncanakan setiap 10 menit, sehingga total kapasitas harian bisa mencapai 60 ribu penumpang, menjadikannya solusi efektif mengurangi kemacetan dan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan trem tidak boleh merusak nilai budaya, keindahan alam, atau kesejahteraan masyarakat setempat. Keterlibatan desa adat, pelaku pariwisata, hotel, dan akomodasi menjadi bagian penting dalam proses perencanaan. Ia menekankan bahwa trem bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bisa menjadi daya tarik wisata baru yang mendukung pariwisata berkelanjutan.

Penandatanganan rencana awal dilakukan untuk mempercepat realisasi, dengan groundbreaking ditargetkan pada Maret 2027. Jalur pertama diharapkan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan keseluruhan jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan berfungsi penuh pada 2029. Seluruh proses pembangunan akan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta terus memprioritaskan kenyamanan wisatawan dan kehidupan masyarakat di sekitar trase.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya