Thrifting Jadi Gaya Hidup Berkelanjutan di Tengah Era Fast Fashion
Thrifting kini bukan lagi pilihan akibat keterbatasan, melainkan pilihan sadar yang menggabungkan keunikan, efisiensi finansial, dan kepedulian lingkungan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 09.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Di tengah dominasi industri mode cepat yang terus memproduksi koleksi baru setiap minggu, semakin banyak individu di berbagai kota memilih berbelanja pakaian bekas layak pakai. Fenomena ini, yang dikenal sebagai thrifting, kini jauh dari stigma sebagai pilihan terakhir akibat keuangan terbatas. Sebaliknya, kegiatan ini telah berkembang menjadi praktik gaya hidup yang memadukan estetika, kreativitas, dan kesadaran terhadap dampak lingkungan dari produksi tekstil massal.
Salah satu daya tarik utama thrifting terletak pada keunikan setiap item yang ditemukan. Berbeda dengan produk fast fashion yang seragam dan mudah ditemukan di banyak toko, pakaian bekas sering kali berupa desain vintage, model yang sudah tidak diproduksi lagi, atau bahan eksklusif dari era 80-an hingga 90-an. Hal ini memungkinkan individu mengekspresikan identitas pribadi melalui penampilan yang tidak pasaran, menciptakan kesan personal yang sulit ditiru.
Dari sisi ekonomi, thrifting menawarkan nilai lebih besar dalam anggaran yang sama. Dengan dana yang cukup untuk satu potong pakaian baru di pusat perbelanjaan, seorang konsumen bisa mendapatkan lima hingga tiga potong pakaian bekas berkualitas tinggi. Bahkan, kesempatan menemukan merek ternama atau bahan premium seperti wol, katun organik, atau kulit asli dengan harga jauh lebih rendah menjadi salah satu alasan utama di balik popularitasnya.
Selain itu, aktivitas thrifting menawarkan pengalaman berbeda dibanding belanja konvensional. Proses mencari, memilah, dan menemukan satu item langka di antara tumpukan pakaian bekas memberikan kepuasan emosional yang sulit diraih dari pembelian instan. Sensasi "berburu harta karun" ini mengubah belanja menjadi petualangan yang menarik, sekaligus menumbuhkan rasa apresiasi terhadap nilai dan sejarah di balik setiap potongan pakaian.
Di sisi lain, pilihan ini juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan. Industri fashion global menyumbang besar terhadap limbah tekstil dan emisi karbon, sehingga memilih barang bekas merupakan bentuk partisipasi aktif dalam memperpanjang umur produk dan mengurangi beban lingkungan. Dalam pandangan banyak pelaku thrifting, keindahan sebuah pakaian tidak lagi diukur dari label harga, melainkan dari cerita, keberlanjutan, dan keunikan yang dibawanya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Komisaris Pelindo Diberhentikan, Putra Raja Thailand Minta Bantuan Medis
Pemegang saham PT Pelindo Jasa Maritim mencabut jabatan Silfester Matutina sebagai komisaris independen, sementara putra raja Thailand mengungkapkan kebutuhan operasi otak akibat dua tumor yang ditemukan.
27 September 2026

Revitalisasi Pasar Ngasem Dukung Ekonomi dan Budaya Yogyakarta
AirNav Indonesia memulai revitalisasi Pasar Ngasem sebagai bagian dari program sosial dan peringatan HUT ke-14, fokus pada penataan lingkungan, peningkatan fasilitas, serta pelestarian budaya lokal.
26 September 2026

KAI Perkenalkan Kereta Ekonomi Kerakyatan untuk Masyarakat Menengah
KAI meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan dengan tarif terjangkau dan kapasitas tinggi, diharapkan bisa mendapatkan subsidi PSO untuk menurunkan biaya perjalanan.
26 September 2026

JARR Bantah Kaitan dengan Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam rencana akuisisi BYAN oleh entitas afiliasi, meski sama-sama di bawah kendali Haji Isam, dan menjamin operasional serta keuangan tetap independen.
26 September 2026
Berita Lainnya

SIM Keliling Beroperasi di Dua Lokasi Akhir Pekan
Minggu, 27 September 2026, 09.30 WITA

Revitalisasi Sekolah 2027 Sasar 71.744 Satuan Pendidikan
Minggu, 27 September 2026, 09.29 WITA

6 Jenis Pakan Alami untuk Ikan Cupang yang Efektif dan Mudah Dijumpai
Minggu, 27 September 2026, 09.17 WITA

OpenAI Akui Agen AI Bocorkan Data Pengguna dan Akses Situs Pemerintah
Minggu, 27 September 2026, 09.06 WITA

Kejagung Lelang Batu Bara Hasil Penyimpangan, Raup Rp179 Miliar
Minggu, 27 September 2026, 09.05 WITA

Prabowo Ajak Pakar Bahas Pencegahan Karhutla di Gambut
Minggu, 27 September 2026, 09.04 WITA

Indonesia Perluas Akses Diplomatik ke Tiga Negara
Minggu, 27 September 2026, 09.02 WITA

Trem Listrik Baterai Siap Beroperasi di Bali 2028
Minggu, 27 September 2026, 09.02 WITA

