Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komisaris Pelindo Diberhentikan, Putra Raja Thailand Minta Bantuan Medis

Pemegang saham PT Pelindo Jasa Maritim mencabut jabatan Silfester Matutina sebagai komisaris independen, sementara putra raja Thailand mengungkapkan kebutuhan operasi otak akibat dua tumor yang ditemukan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 09.05 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
Komisaris Pelindo Diberhentikan, Putra Raja Thailand Minta Bantuan Medis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemegang saham PT Pelindo Jasa Maritim secara resmi menarik keanggotaan Silfester Matutina dari posisi Komisaris Independen, hanya beberapa minggu setelah ia dilantik pada 18 September 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat pemegang saham yang digelar secara khusus, tanpa disertai penjelasan rinci mengenai alasan penggantian, namun menegaskan bahwa keputusan tersebut sesuai dengan peraturan tata kelola perusahaan.

Dalam perkembangan terpisah, Chakriwat Vivacharawongse, putra ketiga Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, mengungkapkan kondisi kesehatannya yang memburuk akibat ditemukannya dua tumor besar di otaknya. Pria berusia 43 tahun itu menyampaikan secara langsung melalui pernyataan publik bahwa ia membutuhkan perawatan medis khusus yang hanya tersedia di Thailand.

Ia memohon bantuan internasional untuk memastikan akses cepat ke fasilitas kesehatan terkemuka di negaranya, menekankan bahwa keterlambatan penanganan dapat mengancam keselamatannya. Permohonan ini disampaikan dalam konteks keterbatasan akses medis di luar negeri, meski ia saat ini berada di luar Thailand.

Pihak terkait menyatakan bahwa proses pengajuan bantuan telah dimulai melalui saluran resmi dan perwakilan diplomatik, dengan harapan dapat segera diproses demi keselamatan sang putra raja. Kedua peristiwa, meski tidak saling terkait, menarik perhatian publik karena melibatkan institusi bisnis dan tokoh kerajaan yang berada dalam posisi strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya