Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG memperingatkan sejumlah daerah di Indonesia berpotensi hujan lebat dan angin kencang akibat aktivitas atmosfer regional pada 28 September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.22 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Potensi Hujan dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan potensi hujan dalam rentang waktu akhir September hingga awal Oktober 2026. Curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar antara 0 hingga 150 mm per dasarian. Meskipun secara umum intensitasnya tidak tinggi, kondisi atmosfer yang aktif memicu peningkatan konvektivitas di sejumlah daerah, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi tengah dan selatan, serta perairan sekitarnya.

Dinamika atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial dan MJO (Madden-Julian Oscillation) diproyeksikan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan secara lokal. Selain itu, terbentuknya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan bagian timur Vietnam dan Samudra Pasifik timur Filipina serta utara Papua turut memperkuat kondisi cuaca ekstrem. Kombinasi kelembapan tinggi, labilitas atmosfer yang kuat, serta kecepatan angin permukaan di atas 25 knot meningkatkan risiko hujan lebat dan angin kencang di beberapa titik.

Daerah yang berpotensi mengalami hujan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, serta sejumlah wilayah di Papua, termasuk Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, wilayah yang berpotensi angin kencang antara lain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

BMKG mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Pemantauan kondisi cuaca secara berkala serta kesiapan mitigasi diperlukan untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya