Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
PT Toba Surimi Industries Tbk resmi mengangkat Beston Barto Siboro sebagai Direktur Utama setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) yang berlangsung pada 25 September 2026 telah menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris perusahaan. Keputusan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola perusahaan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. Salah satu perubahan utama adalah pengangkatan Beston Barto Siboro, S.H., sebagai Direktur Utama, menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh Gindra Tardy.
Gindra Tardy yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama kini dipindahkan ke posisi Komisaris. Perubahan ini mencerminkan rekruitmen yang lebih fokus pada penguatan pengawasan dan pengelolaan strategis di level komisaris. Selain itu, susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi telah disahkan secara resmi, termasuk pengangkatan lima anggota komisaris, dua di antaranya independen, serta lima direksi yang terdiri dari empat eksekutif dan satu direksi independen.
Dalam dokumen keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, disebutkan bahwa Direksi diberikan wewenang penuh, termasuk hak substitusi, untuk menandatangani akta perubahan pengurus yang dibuat di hadapan notaris. Langkah ini menegaskan keabsahan dan legalitas perubahan struktur kepemimpinan secara hukum. Proses ini dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Pasar modal merespons perubahan manajemen tersebut dengan dinamika harga saham. Hingga pukul 14.33 WIB, saham CRAB tercatat melemah 2,70% ke level Rp216 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp421,2 miliar. Meskipun terjadi penurunan, perubahan kepemimpinan dianggap sebagai langkah proaktif untuk memperbaiki kinerja operasional dan meningkatkan nilai perusahaan di tengah tantangan industri cold storage yang terus berkembang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Tahan Suku Bunga Acuan, Destry Tekankan Evaluasi Berkelanjutan
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

