Prabowo Bahas Perbaikan BPJS Kesehatan, Suntikan Dana Rp20 Triliun Siap Disalurkan
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat evaluasi kondisi keuangan BPJS Kesehatan dengan fokus pada pencairan dana Rp20 triliun dan perbaikan layanan kesehatan nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.55 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi di Istana Negara untuk membahas langkah strategis perbaikan sistem keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Rapat ini menjadi wadah konsolidasi antar kementerian dan lembaga terkait, dengan fokus utama pada penyaluran dana sebesar Rp20 triliun yang telah disetujui sebagai dukungan anggaran untuk menstabilkan kondisi keuangan BPJS.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pencairan dana tersebut masih menunggu aturan teknis sebagai dasar hukum. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk memperbaiki kinerja keuangan BPJS dalam tahun ini, sekaligus menyiapkan rencana jangka panjang hingga 2027. Presiden, menurut Budi, menekankan pentingnya pemantauan terus-menerus terhadap kondisi keuangan BPJS agar tidak terjadi defisit berkepanjangan.
Upaya perbaikan juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit yang menjadi mitra BPJS. Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya konsistensi dalam peningkatan pembayaran klaim, namun tetap harus diimbangi dengan efisiensi waktu tunggu dan kualitas pelayanan. Ia memperingatkan bahwa jika proses rawat jalan atau rawat inap tetap lambat, maka keberhasilan peningkatan anggaran akan terhambat oleh ketidakpuasan masyarakat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi kesempatan untuk melaporkan capaian operasional dan tantangan yang dihadapi selama ini. Ia menyebut bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi arahan strategis dari Presiden, termasuk peningkatan sistem layanan dan transparansi pengelolaan dana.
Dalam rapat tersebut turut hadir sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta perwakilan dari sektor swasta seperti Jonathan Tahir dari Mayapada Healthcare dan James Riyadi dari Siloam Hospitals. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tawaran Rp443 T Ditolak, Akuisisi Emas Global Gagal
Northern Star menolak tawaran akuisisi senilai Rp443 triliun dari Gold Fields karena dianggap belum mencerminkan nilai aset perusahaan.
28 September 2026

Rupiah Sentuh Rp17.965, Dekati Level Psikologis Rp18.000
Rupiah melemah 0,53% ke posisi Rp17.965 per dolar AS, menyusut mendekati ambang psikologis Rp18.000 akibat kekuatan dolar global dan kenaikan suku bunga The Fed.
28 September 2026

Haji Isam Dikabarkan Incar Saham BCA, Perusahaan Bantah Tegas
Kabar rencana akuisisi saham BCA oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam dibantah secara resmi oleh pihak bank, yang menegaskan informasi tersebut tidak benar.
28 September 2026

DPR Desak BI Perkuat Rupiah Berdasarkan Fundamental
Komisi XI DPR menekankan perlunya kebijakan BI yang konsisten memperkuat rupiah sesuai kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar menjaga stabilitas melalui pelemahan bertahap.
28 September 2026
Berita Lainnya

Mahkamah Konstitusi Thailand Hadapi Ujian Kerahasiaan Suara
Senin, 28 September 2026, 18.00 WITA

Impor Udang Ilegal Diamankan, Trenggono Tekankan Perlindungan Pembudidaya
Senin, 28 September 2026, 17.59 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Trump dan AI Pendidikan RI Jadi Sorotan Global
Senin, 28 September 2026, 17.58 WITA

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi
Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA

Wajib Halal 2026: 7 Kategori Produk Wajib Sertifikasi
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

Toba Surimi Perbarui Kepemimpinan, Beston Barto Jabat Dirut Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Strategi Intervensi Baru
Senin, 28 September 2026, 17.56 WITA

