Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan melakukan kunjungan rahasia ke Abu Dhabi dan bertemu Presiden UEA, tanpa pengumuman resmi dari kedua pihak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.57 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Netanyahu Rahasia Temui Pemimpin UEA di Abu Dhabi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menjalani pertemuan tertutup dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di ibu kota negara itu, Abu Dhabi. Kunjungan yang tidak diumumkan secara resmi ini terungkap melalui laporan media Israel, yang menyebutkan bahwa Netanyahu tiba dengan pesawat pribadi dan menghabiskan sehari penuh di sana tanpa transparansi publik.

Menurut sumber dari saluran televisi Israel Channel 12, perjalanan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan dari kantor Netanyahu. Pesawat eksklusif yang digunakan merupakan milik pengusaha Israel yang identitasnya dirahasiakan, dan sering dipakai untuk perjalanan tingkat tinggi. Penerbangan dimulai dari Bandara Ben Gurion pada sore hari, mendarat di Abu Dhabi pukul 15.10 waktu setempat, lalu kembali ke Israel empat jam kemudian, tiba di tanah air sekitar pukul 22.00 malam.

Kabar ini muncul di tengah kontroversi terkait kegagalan Netanyahu meneruskan informasi intelijen kritis dari UEA sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Laporan The New York Times sebelumnya menyebut bahwa Presiden UEA telah memberi peringatan rahasia kepada Netanyahu, namun tidak diteruskan ke aparatur keamanan Israel. Hal ini memperkuat kekhawatiran publik atas keterbukaan dan akuntabilitas kepemimpinan Israel dalam menghadapi ancaman keamanan.

Pihak UEA menanggapi dengan menekankan bahwa kerja sama keamanan dilakukan melalui saluran resmi dan institusi, bukan melalui pertemuan langsung antar pemimpin negara. Seorang sumber resmi dari media The National di Abu Dhabi menegaskan bahwa negosiasi strategis tidak dilakukan secara langsung di tingkat kepala negara.

Saat ini, Netanyahu menjabat sebagai Perdana Menteri Israel sejak akhir 2022. Ia juga menjadi terdakwa dalam surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pidana Internasional (ICC) pada 2024 atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Sejak 8 Oktober 2023, operasi militer Israel di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang, sementara 90% infrastruktur di Gaza hancur akibat serangan berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya