Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perdana Menteri Malaysia Berduka, Istri Mantan PM Mahathir Wafat di Usia 100 Tahun

Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Siti Hasmah, istri mantan Perdana Menteri Malaysia, yang meninggal di usia 100 tahun di Kuala Lumpur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Perdana Menteri Malaysia Berduka, Istri Mantan PM Mahathir Wafat di Usia 100 Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan perdana menteri Mahathir Mohamad, pada Senin (28/9) pagi. Almarhumah meninggal dunia di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, setelah menempuh usia seratus tahun. Ia dikenal sebagai tokoh yang dihormati karena perannya sebagai figur keibuan dan teladan dalam kehidupan publik selama bertahun-tahun.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui media sosial, Anwar menyatakan bahwa pemerintah dan rakyat Malaysia kehilangan sosok yang membawa nilai-nilai luhur dan pengabdian tanpa pamrih. Ia menekankan bahwa jasa almarhumah akan terus diingat, terutama dalam konteks keberpihakan terhadap kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat. Anwar juga memerintahkan perangkat negara, termasuk Sekretaris Utama Negara dan Panglima Angkatan Bersenjata, untuk memastikan prosesi pemakaman berjalan dengan layanan kenegaraan.

Jenazah Siti Hasmah dievakuasi dari rumah sakit pada pukul 10.48 waktu setempat dan tiba di rumah pribadi di The Mines, Seri Kembangan, Selangor, pada pukul 11.15. Salat jenazah dijadwalkan digelar setelah salat Asar di Masjid As Syarif, Taman Sungai Besi Indah, Kuala Lumpur, sebelum kemudian dimakamkan di Pemakaman Muslim Presint 20, Putrajaya. Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan warisan sosial yang ditinggalkan almarhumah.

Anwar juga menyampaikan doa dan harapan agar Allah SWT menerima segala amal baik almarhumah, mengampuni dosa-dosanya, serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Ia menegaskan bahwa pikiran dan hati seluruh bangsa menyertai keluarga almarhumah, terutama Mahathir Mohamad, dalam menghadapi kehilangan mendalam ini. Upacara pemakaman diperkirakan diselenggarakan dengan protokol kenegaraan sesuai posisi sosial dan kontribusi almarhumah selama hidupnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya