Indonesia Dorong Kemandirian Teknologi Logam Tanah Jarang
Indonesia berupaya membangun kedaulatan teknologi logam tanah jarang melalui kolaborasi riset dan percepatan skala produksi, menghadapi dominasi global atas rantai pasok dan inovasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.37 WITA·👁 5 orang membaca· 4 hari ini · 11x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kemajuan global dalam pengembangan teknologi logam tanah jarang (LTJ) kini berfokus pada penguasaan sistem dan proses, bukan sekadar cadangan mineral. Badan Industri Mineral (BIM) menegaskan bahwa sejumlah negara telah mengunci akses terhadap teknologi pemisahan 17 unsur LTJ, yang memiliki karakteristik kimia sangat mirip sehingga membutuhkan metode pemisahan kompleks dan spesifik.
Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi BIM, Yogi Wibisono Budhi, menyampaikan bahwa keterbatasan akses tidak hanya terbatas pada teknologi pemisahan, tetapi juga meluas ke bahan kimia kunci dan infrastruktur rantai pasok. Negara-negara yang telah menguasai teknologi tersebut menjaga kerahasiaan dan membatasi distribusi, termasuk komponen pendukung proses industri.
Pergeseran persaingan global ini didorong oleh lonjakan permintaan LTJ untuk transisi energi bersih, seperti mobil listrik yang naik 6 kali lipat dan pembangkit listrik tenaga angin darat yang melonjak 9 kali lipat dibandingkan pembangkit berbasis gas. Dalam konteks ini, BIM hadir sebagai koordinator strategis untuk menghubungkan hasil riset dari perguruan tinggi dan lembaga seperti BRIN dengan kebutuhan industri nyata.
Upaya percepatan kini difokuskan pada pengembangan skala dari uji coba laboratorium menuju fasilitas percontohan dan produksi komersial. Kolaborasi antara lembaga riset, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor teknologi. Tujuan jangka panjang adalah agar Indonesia tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga menjadi pemain utama dalam rantai pasok global logam tanah jarang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Fitur berbagi lokasi di Google Maps memungkinkan pengguna memantau posisi orang lain secara real-time tanpa batas waktu, sekaligus menampilkan perkiraan kedatangan dan kondisi baterai perangkat.
11 September 2026

InterSystems Fokus Bangun Fondasi Digital Kesehatan di Era AI
Forum Asia READY 2026 di Bangkok menekankan pentingnya interoperabilitas dan data terpercaya sebagai dasar penerapan AI dalam layanan kesehatan yang efisien dan terintegrasi.
11 September 2026

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Tawarkan Performa dan Kecerdasan Buatan Terkini
Apple meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max dengan peningkatan kamera, baterai, dan dukungan kecerdasan buatan di berbagai pasar global mulai 18 September 2026.
11 September 2026

Xiaomi Pad 9 Pro Max Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Premium
Tablet flagship terbaru dari Xiaomi dilengkapi layar 13,3 inci, baterai 12.000 mAh, dan pengisian cepat 120W untuk menunjang produktivitas dan hiburan.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


