Indonesia Hadapi Tekanan Dana Asing Jika Status Pasar Saham Turun
Goldman Sachs memperingatkan potensi keluarnya dana pasif senilai Rp 100 triliun jika Indonesia diturunkan statusnya dari pasar berkembang ke pasar mandiri oleh MSCI.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market ke standalone market oleh MSCI berpotensi memicu arus keluar dana asing mencapai USD 5,6 miliar, setara sekitar Rp 100 triliun. Perkiraan ini disampaikan oleh Goldman Sachs sebagai dampak langsung dari perubahan klasifikasi yang dapat memengaruhi keputusan investasi institusional global.
Keluarnya dana pasif tersebut diproyeksikan menjadi tekanan signifikan terhadap likuiditas dan stabilitas pasar modal dalam negeri. Dalam skenario terburuk, arus keluar ini dapat mempercepat pelemahan indeks saham dan menurunkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
Goldman Sachs menekankan bahwa keputusan MSCI bukan hanya soal klasifikasi, tetapi juga mencerminkan penilaian terhadap kualitas pasar, kebijakan regulator, dan kedalaman pasar keuangan. Dengan status standalone, Indonesia tidak lagi masuk dalam indeks pasar berkembang global, sehingga dana yang mengikuti indeks tersebut tidak lagi secara otomatis memasukkan saham lokal dalam portofolio investasi.
Dalam konteks ini, pemerintah dan otoritas pasar modal diminta untuk memperkuat kerangka regulasi, meningkatkan transparansi, serta memperluas basis investor domestik dan institusional. Langkah strategis ini diharapkan bisa menekan dampak negatif jika perubahan status terjadi, serta memperkuat ketahanan pasar saham nasional terhadap gejolak global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

