Indonesia Jaga Disiplin Pembayaran Utang Sejak 1966
Indonesia menunjukkan rekam jejak konsisten dalam pelunasan pinjaman internasional tanpa tunggakan selama lebih dari enam dekade.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejak menjadi anggota Asian Development Bank (ADB) sejak 1966, Republik Indonesia telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang secara tepat waktu. Tidak pernah terjadi penundaan atau tunggakan dalam sejarah pinjaman proyek maupun program yang didanai lembaga tersebut, demikian ditegaskan oleh perwakilan ADB untuk Indonesia.
Dalam kesempatan kunjungan ke Makassar, pejabat ADB menekankan bahwa disiplin keuangan pemerintah telah menjadi fondasi utama dalam kerja sama keuangan internasional. Ia menyebutkan bahwa meski proses implementasi proyek bisa berlangsung hingga lima tahun, pelunasan pinjaman baru dimulai setelah penyelesaian, biasanya dalam jangka waktu lebih dari dua dekade.
Data hingga 30 Juni 2026 mencatat utang pemerintah pusat mencapai Rp 10.293,69 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 41,26%, jauh di bawah ambang batas aman 60%. Komposisi utang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp 1.326,90 triliun.
Kondisi ini, menurut perwakilan ADB, mencerminkan stabilitas fundamental makroekonomi yang kuat. Ia menyoroti bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengelola utang secara efisien, tetapi juga menawarkan tingkat bunga kompetitif melalui pinjaman lunak, yang menjadi daya tarik bagi mitra keuangan internasional.
Dengan catatan pelunasan yang tak pernah terganggu selama 60 tahun, Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra keuangan yang andal dan dapat dipercaya di kancah global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

