Laba ADHI Melonjak 247% di Kuartal III, Didorong Efisiensi Biaya
Perusahaan konstruksi milik negara mencatat kenaikan laba bersih 247% pada kuartal ketiga tahun ini, didorong penurunan biaya operasional dan efisiensi pengelolaan keuangan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,34 miliar pada periode kuartal III tahun ini, naik signifikan dari Rp4,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terjadi meski pendapatan usaha perusahaan turun sebesar 4,96% menjadi Rp5,37 triliun dibandingkan Rp5,65 triliun pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan tidak menghambat kinerja laba karena beban pokok pendapatan turun lebih dalam, sebesar 6,71% menjadi Rp4,50 triliun dari Rp4,82 triliun. Akibatnya, laba bruto meningkat 5,15% menjadi Rp876,58 miliar. Efisiensi biaya juga terlihat dari penurunan beban usaha sebesar 3,02% menjadi Rp555,84 miliar, beban penjualan turun 24,13% ke level Rp6,76 miliar, serta beban umum dan administrasi menurun 2,69% menjadi Rp549,09 miliar.
Laba usaha pun meningkat 23,13% menjadi Rp320,74 miliar dari Rp260,49 miliar. Di sisi nonoperasional, pendapatan dari venture bersama naik 3,37% menjadi Rp332,47 miliar, sementara rugi dari entitas asosiasi meningkat tajam 141,83% menjadi Rp26,16 miliar. Beban keuangan naik tipis 0,45% menjadi Rp526,06 miliar, tetapi pendapatan lainnya turun drastis 52,70% menjadi Rp51,03 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan final yang naik 4,93% menjadi Rp131,20 miliar, laba sebelum pajak turun 31,55% menjadi Rp20,81 miliar dari Rp30,40 miliar. Namun, beban pajak tidak final justru turun 45,55% menjadi Rp4,94 miliar. Aset perusahaan hingga akhir kuartal III tercatat sebesar Rp26,7 triliun, mengalami penurunan dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang mencapai Rp27,7 triliun.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

