Indonesia Masuk Daftar Pasar Mandiri Global
Indonesia berpotensi berada dalam kategori pasar mandiri (standalone market) MSCI akibat belum memenuhi standar konsistensi reformasi pasar saham.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 103x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan proses konsultasi terkait rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia, yang kini dipertimbangkan untuk dikeluarkan dari kategori pasar berkembang dan dimasukkan ke dalam kelompok standalone market. Keputusan ini menandai kekhawatiran global terhadap kondisi struktural dan tata kelola pasar saham nasional, terutama terkait ketidakjelasan kepemilikan saham dan praktik perdagangan yang diduga terkoordinasi.
Dalam kajian metodologi MSCI Mei 2026, negara-negara dengan status standalone market dipilih karena memiliki tingkat akses investor asing yang sangat terbatas, likuiditas rendah, serta risiko operasional dan regulasi yang tinggi. Di antara daftar tersebut, termasuk negara seperti Palestina, Ukraina, dan Zimbabwe, yang juga menghadapi tantangan serius dalam membangun infrastruktur pasar modal yang transparan dan inklusif.
MSCI menegaskan bahwa transisi ke kategori pasar perintis (frontier market) tidak tepat mencerminkan kondisi pasar Indonesia saat ini. Penilaian ini didasarkan pada masukan dari pelaku pasar global yang menyatakan bahwa reformasi yang telah diluncurkan belum menunjukkan dampak konsisten atau berkelanjutan. Kekhawatiran terhadap fungsi pasar, termasuk keberlangsungan praktik perdagangan terkoordinasi dan belum adanya penegakan aturan yang efektif, menjadi pertimbangan utama.
Meskipun otoritas lokal telah mengumumkan serangkaian langkah perbaikan, MSCI menilai investor institusi masih membutuhkan bukti nyata atas implementasi kebijakan yang berdampak signifikan. Keputusan akhir mengenai status pasar Indonesia akan diumumkan pada 30 Juni 2027, setelah proses konsultasi selesai. Status ini berpotensi memengaruhi aliran modal asing dan posisi Indonesia dalam indeks pasar global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

