Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perluas Akses Wisatawan Asing, Schengen Tetap Ketat

Indonesia mempermudah syarat visa untuk dorong kunjungan wisatawan asing, sementara negara Schengen menerapkan persyaratan ketat demi keamanan dan keteraturan perjalanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Indonesia Perluas Akses Wisatawan Asing, Schengen Tetap Ketat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebijakan visa Indonesia dirancang untuk mempermudah masuknya wisatawan asing, sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata nasional. Dengan memperpendek prosedur dan mengurangi beban dokumen, negara berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan internasional secara signifikan. Kebijakan ini mencerminkan pendekatan proaktif dalam menarik minat pelancong global ke destinasi alam dan budaya yang dimiliki Indonesia.

Di sisi lain, negara-negara di kawasan Schengen tetap mempertahankan standar tinggi dalam pemeriksaan visa. Pemohon wajib menyerahkan dokumen lengkap yang mencakup bukti akomodasi, asuransi perjalanan dengan cakupan minimal 30.000 euro (setara Rp600 juta), serta bukti kemampuan finansial untuk menopang seluruh durasi kunjungan. Tujuan utamanya adalah mencegah imigrasi ilegal dan memastikan para pengunjung mampu membiayai diri sendiri tanpa menjadi beban sistem sosial tujuan.

Pemeriksaan juga mencakup penilaian terhadap rencana perjalanan dan jaminan kepulangan tepat waktu. Otoritas Schengen mempertimbangkan kemungkinan pemohon menyalahgunakan visa wisata untuk bekerja secara ilegal atau tinggal lebih lama dari izin. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari prinsip kedaulatan negara, di mana setiap negara berhak menentukan aturan masuk bagi warga asing tanpa intervensi dari pihak luar.

Pakar hukum internasional menekankan bahwa kebijakan visa mencerminkan keseimbangan antara membuka akses dan menjaga keamanan nasional. Dalam konteks Indonesia, kemudahan visa menjadi instrumen strategis untuk memperluas pasar pariwisata, sementara Schengen mengedepankan kontrol ketat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap stabilitas regional. Keduanya menunjukkan pendekatan berbeda namun tetap berlandaskan prinsip hukum internasional yang diakui.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya