Indonesia Raya: Lagu Perjuangan yang Menggetarkan Jiwa Bangsa
Lagu kebangsaan Indonesia Raya, ciptaan Wage Rudolf Soepratman, pertama kali dipublikasikan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928, dan kini menjadi simbol persatuan yang diatur secara resmi dalam hukum negara.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lagu "Indonesia Raya" lahir dari semangat pergerakan nasional yang sedang berkobar pada awal abad ke-20. Diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, komponis sekaligus tokoh pergerakan, lagu ini pertama kali diperdengarkan secara publik dalam Kongres Pemuda II di Batavia, 28 Oktober 1928. Dalam momen bersejarah itu, Soepratman memainkannya dengan biola, membawa pesan kecintaan terhadap tanah air yang menyentuh hati para peserta.
Lagu tersebut awalnya bukan hanya sebuah lagu, melainkan alat perjuangan untuk menyatukan berbagai suku, ras, dan golongan dalam satu visi: Indonesia sebagai satu kesatuan. Versi asli "Indonesia Raya" terdiri dari tiga stanza, masing-masing mengandung pesan mendalam tentang persatuan, harapan akan kesejahteraan, serta tekad menjaga keutuhan bangsa. Tiga bagian itu menyiratkan komitmen kolektif terhadap tanah air dan cita-cita merdeka.
Sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, lagu ini secara resmi menjadi lagu kebangsaan. Kedudukannya dijamin oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, yang mengatur tata cara penyanyian, penggunaan, serta penghormatan terhadap lagu yang menjadi identitas nasional ini. Meski masyarakat lebih akrab dengan stanza pertama, seluruh isi lagu mencerminkan perjalanan panjang bangsa dalam membangun identitas dan kebersamaan.
Karya Soepratman bukan sekadar puisi yang diiringi musik, melainkan narasi perjuangan yang hidup dalam nada dan lirik. Dari masa kolonial hingga kemerdekaan, lagu ini terus menjadi alat pemersatu, menginspirasi generasi demi generasi. Dalam setiap pengucapan "Indonesia Raya", terdapat rekaman sejarah, harapan, dan tekad untuk tetap bersatu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Katon Bagaskara Pulang Setelah Terlantar 6 Jam di Bandara Jenewa
Vokalis KLA Project, Katon Bagaskara, akhirnya mendapat kepastian penerbangan pulang setelah terjebak selama enam jam di Bandara Jenewa akibat ketidaksesuaian informasi sistem maskapai dan kendala teknis.
8 September 2026

Macklemore Dorong Kebebasan untuk Semua, Bantah Dukung Politik di Panggung Konser
Penyanyi Macklemore menegaskan bahwa seruannya untuk "Free Palestine" di konser Ed Sheeran murni berbasis kemanusiaan, bukan politik, dan menolak dikaitkan dengan kebencian terhadap komunitas Yahudi.
8 September 2026

Lagu "Kasih Aba-Aba 2.0" Jadi Fenomena Digital Saat Puncak Promo Shopee
Kolaborasi Shopee dengan Naykilla dan Tenxi mencatat rekor penayangan lintas platform, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut puncak 9.9 Super Shopping Day.
8 September 2026

14 Penonton Konser Kolaps di San Jose, Dirawat di RS
Belasan penonton konser The Chainsmokers di San Jose mengalami kolaps dan dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi medis mendadak, termasuk dugaan keracunan alkohol dan narkoba, tanpa korban jiwa dilaporkan.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


