Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Strategis

Pertemuan tingkat menteri di Bogor fokus pada percepatan FTA dengan EAEU dan peningkatan perdagangan hingga 21,6% pada 2025.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 74x dibuka
Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Strategis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor menandai langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Fokus utama pertemuan ini mencakup perluasan kemitraan antar-pelaku usaha, peningkatan kapasitas industri nasional, serta eksplorasi kolaborasi di sektor kunci seperti perkapalan dan kedirgantaraan. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari komunikasi tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Vladivostok, serta hasil Sidang Komisi Bersama ke-14 RI-Rusia di Kazan.

Nilai perdagangan Indonesia dengan Rusia pada tahun 2025 mencapai US$4,84 miliar, meningkat signifikan 21,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$3,98 miliar. Komoditas utama yang mendorong pertumbuhan ini meliputi minyak kelapa sawit (CPO), kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk. Untuk mempertahankan momentum tersebut, Airlangga menyambut baik kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia 2026 sebagai platform strategis memperluas kemitraan B2B dan memperluas diversifikasi perdagangan dua arah.

Manturov menekankan pentingnya interaksi langsung antar perusahaan sebagai fondasi utama pengembangan kerja sama ekonomi. Ia menyebut bahwa perusahaan Rusia aktif mengikuti forum bisnis dan sesi diskusi tematik yang membahas perdagangan, investasi, serta kolaborasi industri. Kehadiran langsung para pelaku usaha dari kedua negara dinilai menjadi faktor penentu dalam mewujudkan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

Salah satu isu krusial yang dibahas adalah percepatan implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU). Proses ratifikasi telah memasuki tahap akhir, dengan target penyelesaian administrasi hingga akhir tahun 2026 agar perjanjian dapat segera berlaku efektif. FTA ini diharapkan membuka akses pasar luas bagi produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur ke wilayah EAEU.

Kolaborasi juga diperluas ke sektor pertanian, adopsi teknologi, manufaktur, serta peningkatan keandalan rantai pasok. Kedua pihak sepakat memperkuat sinergi di berbagai lini ekonomi untuk menciptakan nilai bersama dan memperkokoh kemandirian ekonomi. Turut hadir dalam pertemuan ini Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan sebagai pendamping Menko Airlangga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya