Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Tuntut Kebijakan Penerbangan Israel Tak Diskriminatif

Kementerian Luar Negeri menanggapi penolakan pilot WNI dari Ethiopian Airlines mendarat di Israel, menekankan perlindungan hak pekerja dan keberatan terhadap praktik diskriminatif berbasis kewarganegaraan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
Indonesia Tuntut Kebijakan Penerbangan Israel Tak Diskriminatif📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi pemantauan terhadap kondisi seorang pilot warga negara Indonesia yang ditolak mendarat di Israel saat menerbangkan pesawat Ethiopian Airlines dari Addis Ababa. Kejadian tersebut terjadi pada malam hari, Minggu (11/10), setelah pesawat telah lepas landas dan memasuki wilayah udara Israel. Menyusul insiden tersebut, pesawat harus melakukan putar balik dan kembali ke Ethiopia, sambil membuang bahan bakar di laut.

Pihak Kemlu melalui KBRI Addis Ababa terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan otoritas terkait untuk memastikan hak-hak pilot WNI sebagai pekerja tetap terlindungi secara penuh. Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa penolakan tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih karena tidak ada indikasi ancaman keamanan dari awak pesawat. Pihak maskapai telah mengakui bahwa insiden ini disebabkan oleh kekeliruan koordinasi internal yang belum teratasi sebelum penerbangan.

Indonesia menyoroti praktik Israel yang membatasi akses awak pesawat dari negara tertentu, termasuk Indonesia, hanya berdasarkan kewarganegaraan. Kebijakan semacam ini dinilai bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dalam kerja sama penerbangan internasional. Meskipun Indonesia mengakui kewenangan otoritas penerbangan negara tujuan menetapkan standar keamanan, kebijakan tersebut harus diterapkan secara objektif, proporsional, dan berbasis risiko, bukan berdasarkan pertimbangan politik atau identitas nasional.

Pilot yang bersangkutan kini telah dialihkan ke rute penerbangan lain sesuai kesepakatan dengan Ethiopian Airlines. Pihak maskapai menyatakan tidak terjadi gangguan signifikan terhadap operasional penerbangan secara keseluruhan. Indonesia tetap berupaya memanfaatkan seluruh jalur komunikasi yang tersedia, termasuk melalui perwakilan diplomatik di Ethiopia, untuk menjaga kepentingan WNI dan mendorong kebijakan penerbangan yang adil dan inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya