Indonesia Wajib Kembangkan SDM untuk Mesin Kendaraan B50
Perluas kapasitas sumber daya manusia agar industri otomotif mampu rancang mesin sesuai biodiesel B50 demi efisiensi energi dan kemandirian bahan bakar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia perlu memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknik mesin kendaraan agar mampu mengembangkan unit yang dirancang khusus untuk bahan bakar nabati seperti biodiesel B50. Hal ini disampaikan oleh pakar dari Universitas Pertamina dalam forum diskusi nasional, menekankan pentingnya kemampuan lokal dalam merancang sistem mesin yang sesuai dengan karakteristik bahan bakar dalam negeri. Tanpa kapasitas SDM yang memadai, industri otomotif akan terus mengandalkan desain mesin yang hanya cocok untuk bahan bakar fosil, sehingga menghambat transformasi energi nasional.
Kualitas bahan bakar nabati, termasuk biodiesel, secara teknis dinilai unggul dibandingkan bahan bakar fosil. Angka cetane yang lebih tinggi, viskositas yang lebih stabil, serta potensi emisi lebih rendah menjadi keunggulan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Namun, kendaraan yang dipasarkan di Indonesia masih didesain untuk bahan bakar fosil murni, sehingga tidak bisa mengeksploitasi seluruh potensi efisiensi dari biodiesel B50. Akibatnya, performa mesin tidak maksimal dan konsumsi energi justru terasa lebih tinggi.
Meskipun secara volume penggunaan bahan bakar terlihat lebih besar, secara satuan energi biodiesel justru lebih efisien. Contoh nyata dapat dilihat dari sistem kendaraan flex-fuel di Brasil, di mana mesin dirancang khusus untuk menyesuaikan berbagai komposisi bahan bakar, termasuk campuran tinggi biodiesel. Dengan desain yang tepat, efisiensi energi meningkat, emisi turun, dan kemandirian energi tercapai.
Dengan membangun kapasitas SDM yang handal, Indonesia tidak hanya bisa mengikuti tren global, tetapi juga memperkuat daya tawar industri otomotif dalam negeri. Kemampuan lokal dalam merancang mesin yang responsif terhadap B50 akan menciptakan peluang pasar baru, mendukung kebijakan energi nasional, dan mempercepat transisi ke sistem transportasi berkelanjutan. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam pendidikan teknik, riset, dan kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Omoda O4 Hadirkan Desain Cyber Mecha untuk Gen Z
Omoda O4 meluncurkan konsep desain futuristik Cyber Mecha yang menggabungkan elemen digital dan game, menawarkan pengalaman berkendara yang interaktif dan berorientasi gaya hidup bagi generasi muda.
30 September 2026

Kendaraan Listrik Bisa Ungguli ICE Sebelum 2035
Kemenperin memprediksi kendaraan listrik melampaui konvensional antara 2029 hingga 2034, mempercepat pencapaian Net Zero Emission di sektor otomotif.
30 September 2026

Pasar Mobil Listrik Capai 16 Persen, Tantangan TKDN Menanti
Pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia mencapai 16 persen pada tahun ini, menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak 2019, dengan regulasi pemerintah menjadi pemicu utama.
30 September 2026

TKDN Mobil Listrik Naik Jadi 60% Mulai 2027
Pemerintah menetapkan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik minimal 60 persen mulai 2027, sesuai revisi Perpres 79/2023 yang mengatur tahapan progresif pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
30 September 2026
Berita Lainnya

Wawako Medan Pantau Progres Renovasi IGD RSUD Pirngadi
Rabu, 30 September 2026, 21.19 WITA

Nanang Hendarno Resmi Jabat Direktur Utama Telkom
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

Danantara Siap Jadi Pemegang Saham BEI dengan Porsi 5–10 Persen
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

138 Tersangka dan 68 Perusahaan Disegel Akibat Karhutla
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp29,53 Triliun, Dorong Ekosistem UMKM Nasional
Rabu, 30 September 2026, 21.18 WITA

Lutut Sakit Parah? Pertimbangkan Knee Replacement dengan Teknologi Robotik
Rabu, 30 September 2026, 21.14 WITA

Batu di Trabzon Jadi Destinasi Wisata Setelah Salah Duduk di Sana
Rabu, 30 September 2026, 21.10 WITA

Enam Acara Akhir Pekan Seru di Jakarta 2-4 Oktober 2026
Rabu, 30 September 2026, 21.09 WITA

