Inflasi Dipicu Kekurangan Pasokan, Bukan Permintaan
Inflasi Indonesia pada September 2026 didominasi oleh tekanan biaya dan kelangkaan pasokan, bukan lonjakan permintaan, dengan inflasi tahunan 3,28 persen dan deflasi di sektor emas perhiasan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Inflasi yang terjadi di Indonesia pada periode September 2026 lebih banyak disebabkan oleh kenaikan biaya produksi dan keterbatasan pasokan barang, bukan akibat meningkatnya daya beli masyarakat secara umum. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam konferensi pers bersama Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta. Ia menegaskan bahwa data dari BPS menunjukkan pola cost-push inflation yang dominan, di mana kenaikan harga terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan.
Kondisi ini terjadi meskipun daya beli masyarakat tetap tinggi, terutama pada komoditas esensial seperti cabai, telur, dan daging ayam. Ketika permintaan stabil atau bahkan meningkat, namun pasokan tidak dapat mengejar, maka harga otomatis naik. Contohnya, inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencapai 0,88 persen secara bulanan, dengan cabai rawit dan cabai merah menjadi penyumbang utama. Selain itu, komoditas seperti beras dan ikan segar juga turut berkontribusi, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah.
Pemerintah, melalui Kemenko Perekonomian dan BPS, berkomitmen untuk memperkuat rantai pasokan nasional sebagai langkah utama pengendalian inflasi. Koordinasi lintas sektor akan diperkuat guna menyelaraskan data dan kebijakan dari berbagai kementerian serta lembaga terkait. Upaya ini bertujuan agar pergerakan harga dapat lebih akurat terukur dan kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran, terutama pada sektor hulu yang menjadi fondasi pasokan.
Pada tingkat wilayah, sebanyak 36 provinsi mengalami inflasi bulanan, dengan Sulawesi Utara mencatatkan angka tertinggi sebesar 3,53 persen. Di sisi lain, Nusa Tenggara Timur menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami deflasi, sebesar 0,35 persen, terutama dipengaruhi oleh penurunan harga emas perhiasan. Secara keseluruhan, inflasi inti tercatat sebesar 0,10 persen, didorong oleh kenaikan biaya pendidikan di perguruan tinggi, sementara harga yang diatur pemerintah tetap stabil mendekati nol.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sistem Cerdas Pantau Transaksi CPO, Pajak Tak Lagi Terlewat
Pemerintah mengungkapkan telah melengkapi sistem pemantauan pajak CPO dengan teknologi kecerdasan buatan dan big data untuk melacak transaksi secara real time.
13 Oktober 2026

AI Dorong Revolusi Pengawasan Pajak di Indonesia
Kecerdasan buatan kini menjadi alat utama dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi pengawasan kepatuhan pajak secara proaktif.
13 Oktober 2026

Sistem Digital Awasi Kekayaan Keluarga Kaya Raya
DJP sedang mengembangkan dashboard terintegrasi berbasis kecerdasan buatan untuk memantau real-time kekayaan individu dan keluarga miliarder melalui aset dan aktivitas korporasi mereka.
13 Oktober 2026

AI Percepat Transformasi Ekonomi Global, Tapi Ancam Kesenjangan
IMF memperingatkan risiko kesenjangan ekonomi akibat ketimpangan akses AI, meski teknologi ini berpotensi tingkatkan pertumbuhan global hingga 0,5% per tahun.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Cook Kunjungi China, Tekankan Komitmen Rantai Pasok dan Inovasi
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.33 WITA

Nadella Soroti Kebutuhan Rem Darurat untuk AI Canggih
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Wilayah Sulawesi Tenggara Waspadai Kekeringan Akhir Oktober
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.32 WITA

Pemerintah Rancang Peta Bahan Baku Bioetanol Nasional
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Buruh Siap Gelar Aksi Serentak Dorong Kenaikan Upah 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.31 WITA

Pemerintah Tuntaskan Ketergantungan Impor Bensin Lewat Etanol Lokal
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demo Kecoa Tuntut Mundurnya Ketua KPU India
Selasa, 13 Oktober 2026, 15.30 WITA

