Integritas Pendidikan Gibran Harus Dilihat dari Sistem, Bukan Dokumen
Ketua Harian PSI menegaskan bahwa pendidikan Gibran di Singapura dan Australia tak bisa dinilai rendah secara integritas, mengingat telah disetarakan oleh pemerintah Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pendapat mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perbincangan publik, namun respons dari tokoh politik menekankan pentingnya menilai sistem pendidikan secara objektif. Ahmad Ali, selaku Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia, menyoroti bahwa perbedaan sistem akademik antarnegara tidak serta-merta menjadi dasar untuk meragukan kredibilitas seseorang. Ia menekankan bahwa setiap negara memiliki standar pendidikan yang berbeda, dan hal itu harus dihargai tanpa mengurangi nilai akademik yang dicapai.
Gibran, menurut informasi resmi, telah menempuh pendidikan tingkat menengah hingga perguruan tinggi di Singapura dan Australia. Proses pendidikannya tersebut telah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah Indonesia melalui mekanisme penyetaraan yang dikeluarkan oleh kementerian terkait sejak tahun 2019. Dengan demikian, status pendidikannya diakui secara hukum dan administratif di dalam negeri.
Ali menegaskan bahwa menyeret isu ijazah ke ranah politik atau publik tanpa dasar objektif justru dapat merusak proses akreditasi pendidikan yang telah dijalani secara formal. Ia menyarankan agar setiap pertanyaan atau keberatan terkait dokumen pendidikan diselesaikan melalui lembaga resmi, bukan dengan asumsi atau opini yang tidak berbasis data. “Kualitas seseorang tidak bisa dinilai dari bentuk dokumen, tetapi dari proses dan hasil yang terukur secara akademik,” tegasnya.
Dalam konteks ini, dia menekankan bahwa keberadaan mekanisme penyetaraan pendidikan menunjukkan bahwa negara memiliki kerangka hukum yang komprehensif untuk mengakui pendidikan luar negeri. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk menilai rendah integritas pendidikan Gibran hanya karena berbeda bentuk atau tempat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

