Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Jateng Capai Rp72,54 T, Ciptakan 340 Ribu Lapangan Kerja

Realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp72,54 triliun dari 82.420 proyek, menyerap 340.334 tenaga kerja, didorong kolaborasi sektor swasta dan pemerintah daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
Investasi Jateng Capai Rp72,54 T, Ciptakan 340 Ribu Lapangan Kerja📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Realisasi penanaman modal di Jawa Tengah hingga triwulan ketiga tahun 2026 mencapai angka Rp72,54 triliun, menunjukkan kinerja ekonomi yang solid dan berkelanjutan. Angka ini berasal dari sekitar 82.420 proyek yang telah terealisasi, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 340.334 orang. Data ini diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pembukaan Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 yang berlangsung di Kota Semarang. Dari total investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp31,77 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan kontribusi sebesar Rp40,77 triliun.

Kabupaten Kendal menjadi wilayah dengan realisasi investasi tertinggi, mencapai Rp13,61 triliun, disusul Kota Semarang dengan Rp9,07 triliun, Kabupaten Batang Rp8,54 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun. Luthfi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan kerja sama lintas wilayah. Ia menilai tiga pilar utama pembangunan ekonomi adalah pariwisata, perdagangan, dan investasi, yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.

Kota Semarang dimandatkan sebagai pusat penggerak ekonomi kawasan, dengan peran strategis dalam menghubungkan potensi ekonomi daerah seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masing-masing daerah dapat mengoptimalkan keunggulan lokal, menciptakan kawasan ekonomi baru, serta menarik minat investor. Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah tetap menarik bagi investor, bahkan di tengah tantangan ekonomi global, karena memiliki iklim usaha yang kondusif, tenaga kerja kompetitif, serta potensi industri padat karya, termasuk rencana masuknya 57 perusahaan Vietnam yang fokus pada sektor padat karya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam mengembangkan investasi, terutama karena keterbatasan lahan di kota. Oleh karena itu, Semarang fokus pada pengembangan sektor jasa dan perdagangan, didukung oleh daerah penyangga yang memiliki potensi industri dan sumber daya alam. Ia mengajak investor untuk turut serta dalam membangun usaha bersama, demi kemajuan bersama. Forum seperti Sembiz, yang telah digelar 19 kali, menjadi wadah strategis untuk mempertemukan peluang usaha, termasuk pengembangan wisata Tinjomoyo dengan tetap menjaga fungsi hutan, serta melibatkan UMKM dan masyarakat lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya