Investasi Jateng Capai Rp72,54 T, Ciptakan 340 Ribu Lapangan Kerja
Realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp72,54 triliun dari 82.420 proyek, menyerap 340.334 tenaga kerja, didorong kolaborasi sektor swasta dan pemerintah daerah.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 52x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Realisasi penanaman modal di Jawa Tengah hingga triwulan ketiga tahun 2026 mencapai angka Rp72,54 triliun, menunjukkan kinerja ekonomi yang solid dan berkelanjutan. Angka ini berasal dari sekitar 82.420 proyek yang telah terealisasi, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 340.334 orang. Data ini diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pembukaan Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 yang berlangsung di Kota Semarang. Dari total investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp31,77 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan kontribusi sebesar Rp40,77 triliun.
Kabupaten Kendal menjadi wilayah dengan realisasi investasi tertinggi, mencapai Rp13,61 triliun, disusul Kota Semarang dengan Rp9,07 triliun, Kabupaten Batang Rp8,54 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun. Luthfi menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan kerja sama lintas wilayah. Ia menilai tiga pilar utama pembangunan ekonomi adalah pariwisata, perdagangan, dan investasi, yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
Kota Semarang dimandatkan sebagai pusat penggerak ekonomi kawasan, dengan peran strategis dalam menghubungkan potensi ekonomi daerah seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masing-masing daerah dapat mengoptimalkan keunggulan lokal, menciptakan kawasan ekonomi baru, serta menarik minat investor. Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah tetap menarik bagi investor, bahkan di tengah tantangan ekonomi global, karena memiliki iklim usaha yang kondusif, tenaga kerja kompetitif, serta potensi industri padat karya, termasuk rencana masuknya 57 perusahaan Vietnam yang fokus pada sektor padat karya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam mengembangkan investasi, terutama karena keterbatasan lahan di kota. Oleh karena itu, Semarang fokus pada pengembangan sektor jasa dan perdagangan, didukung oleh daerah penyangga yang memiliki potensi industri dan sumber daya alam. Ia mengajak investor untuk turut serta dalam membangun usaha bersama, demi kemajuan bersama. Forum seperti Sembiz, yang telah digelar 19 kali, menjadi wadah strategis untuk mempertemukan peluang usaha, termasuk pengembangan wisata Tinjomoyo dengan tetap menjaga fungsi hutan, serta melibatkan UMKM dan masyarakat lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

