Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investor Lokal Diminta Manfaatkan Penurunan Saham Akibat Revisi MSCI

Wakil Menko Perekonomian menyerukan investor domestik memanfaatkan penurunan harga saham akibat aksi penarikan asing pasca-usulan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
Investor Lokal Diminta Manfaatkan Penurunan Saham Akibat Revisi MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Dradjad Hari Wibowo, mengimbau para investor lokal untuk tidak panik dan justru memanfaatkan momentum penurunan harga saham yang terjadi akibat keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rencana perubahan klasifikasi pasar Indonesia. Ia menekankan bahwa aksi penarikan dana asing bukanlah indikator fundamental yang memperburuk kondisi ekonomi, melainkan respons terhadap kebijakan indeks global yang tidak selalu mencerminkan realitas pasar domestik.

Dradjad menegaskan bahwa pergerakan pasar yang kini menunjukkan tekanan besar seharusnya menjadi peluang bagi investor dalam negeri. Ia menyebut bahwa penurunan harga saham yang signifikan, yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot hingga 10,76% ke level 5.233,00 pada penutupan sesi I, justru dapat dimanfaatkan untuk akuisisi saham dengan harga lebih rendah. Ia menyarankan investor lokal untuk “serok” atau membeli secara masif saat harga sedang rendah, dengan tetap mempertimbangkan kualitas perusahaan.

Pada hari yang sama, IHSG sempat melemah hingga 8,01% pada pembukaan di level 5.393,92, lalu menyentuh titik terendah harian di 5.193,22 sebelum rebound ke posisi tertinggi harian di 5.404,51. Volume perdagangan mencapai 380,08 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp16,51 triliun, menunjukkan tingginya aktivitas pasar meski dalam kondisi volatilitas tinggi. Dradjad menekankan bahwa pasar modal bukan tempat spekulasi semata, melainkan instrumen investasi jangka panjang untuk tujuan seperti pendidikan anak dan pembelian rumah.

Ia mengingatkan bahwa reaksi emosional seperti panik dan penjualan cepat akan merugikan jangka panjang. Menurutnya, investor domestik perlu meningkatkan literasi keuangan dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan tanpa terlalu bergantung pada opini atau arahan dari lembaga internasional yang tidak selalu mempertimbangkan kondisi lokal. Dengan sikap tenang dan strategis, investor dalam negeri dapat memperkuat posisi pasar dan memanfaatkan kesempatan yang muncul dari koreksi pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya