Iran Tegaskan Kedaulatan Nuklir Tak Bisa Dibeli, Selat Hormuz Jadi Batu Ujian AS
Iran menegaskan tidak akan menyerah pada tuntutan AS terkait program nuklir, sambil mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sebagai alat tekanan hingga semua syarat politik dan ekonomi dipenuhi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Teheran kembali mempertegas posisinya dalam konflik dengan Amerika Serikat, menyatakan bahwa hak atas program nuklir sipil dan kedaulatan energi tidak dapat dikompromikan, bahkan di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung. Seorang pejabat senior negara itu menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur pelayaran strategis global—hanya akan terjadi jika semua tuntutan Iran, termasuk pencabutan sanksi dan blokade maritim, telah dipenuhi secara penuh oleh Washington.
Dalam konteks perundingan yang kini berjalan, Iran menawarkan kompromi berbasis konsesi timbal balik: penutupan sementara terhadap jalur laut kunci di Selat Hormuz akan dicabut dalam waktu tujuh hari jika AS menghentikan semua bentuk agresi, mencabut blokade laut, mencairkan dana yang dibekukan, serta menghapus sanksi terhadap sektor minyak. Namun, semua ini hanya menjadi syarat awal, bukan hasil akhir dari proses negosiasi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan harapan agar kesepakatan damai bisa tercapai sebelum pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perundingan substantif mengenai program nuklir baru akan dimulai setelah semua kondisi politik dan ekonomi yang diminta Teheran terpenuhi. Iran menolak menyerahkan kendali atas pengayaan uranium atau memindahkan cadangan uranium sangat diperkaya (HEU) ke luar negeri, yang menjadi inti perdebatan dengan Barat.
Data dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menunjukkan Iran memiliki sekitar 440,9 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen sebelum serangan militer oleh Israel dan AS pada Juni 2025. Meski sempat muncul wacana untuk mengencerkan cadangan tersebut, dua sumber dalam pemerintahan Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan instruksi tegas agar HEU tetap berada di dalam negeri dan tidak dikirim ke luar wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

KRL Bekas Jepang Siap Masuk Akhir 2026 untuk Perkuat Jabodetabek
KAI Commuter menargetkan kedatangan 23 trainset KRL bekas dari Jepang mulai akhir 2026 sebagai respons terhadap lonjakan penumpang dan usia armada yang sudah tua.
26 September 2026

NAZA Siar di 50 Negara, Termasuk Indonesia Mulai 28 September 2026
Dokumenter NAZA yang meraih standing ovation 24,5 menit di Venice 2026 akan tayang global mulai 28 September 2026, termasuk di Indonesia, dengan akses gratis lewat platform media pembuatnya.
26 September 2026
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Seekor penyu laut langka berhasil bertelur di Pantai Huntington, California Selatan, menjadi catatan pertama spesies ini bertelur secara alami di sepanjang Pantai Barat Amerika Serikat.
26 September 2026

Demonstran Pro-Palestina Blokir Jalan di New York Usai Pidato Netanyahu
Ratusan warga menolak pidato Netanyahu di PBB dengan aksi blokade dan spanduk di Manhattan, menekankan kekejaman perang Gaza dan menyerukan penangkapan perdana menteri Israel.
26 September 2026
Berita Lainnya

SIM Keliling Beroperasi di Dua Lokasi Akhir Pekan
Minggu, 27 September 2026, 09.30 WITA

Revitalisasi Sekolah 2027 Sasar 71.744 Satuan Pendidikan
Minggu, 27 September 2026, 09.29 WITA

Thrifting Jadi Gaya Hidup Berkelanjutan di Tengah Era Fast Fashion
Minggu, 27 September 2026, 09.28 WITA

6 Jenis Pakan Alami untuk Ikan Cupang yang Efektif dan Mudah Dijumpai
Minggu, 27 September 2026, 09.17 WITA

OpenAI Akui Agen AI Bocorkan Data Pengguna dan Akses Situs Pemerintah
Minggu, 27 September 2026, 09.06 WITA

Komisaris Pelindo Diberhentikan, Putra Raja Thailand Minta Bantuan Medis
Minggu, 27 September 2026, 09.05 WITA

Kejagung Lelang Batu Bara Hasil Penyimpangan, Raup Rp179 Miliar
Minggu, 27 September 2026, 09.05 WITA

Prabowo Ajak Pakar Bahas Pencegahan Karhutla di Gambut
Minggu, 27 September 2026, 09.04 WITA

