Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jasad ABK Kapal Jurnalis Teridentifikasi di Bengkulu

Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, teridentifikasi sebagai Surakman, ABK KM Arupadatu 1 yang membawa rombongan jurnalis hilang di Selat Sunda pada 7 September.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Jasad ABK Kapal Jurnalis Teridentifikasi di Bengkulu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim identifikasi forensik Polri berhasil mengonfirmasi identitas jenazah yang ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai Surakman, salah satu awak kapal KM Arupadatu 1. Penemuan jenazah ini terjadi lima hari setelah kapal yang membawa rombongan jurnalis meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak. Hasil pemeriksaan genetik melalui operasi Disaster Victim Identification (DVI) menunjukkan kesamaan DNA antara jenazah dengan data antemortem dari delapan keluarga korban yang hilang.

Berdasarkan data pemeriksaan, jenazah ditemukan dalam kondisi mengapung dengan pakaian celana pendek hitam, tinggi sekitar 163 cm, dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Hasil identifikasi menegaskan bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, ABK kapal, dan merupakan ayah kandung dari seorang korban bernama Tuan Yayat. Penemuan ini menjadi titik terang dalam proses pencarian yang sebelumnya tidak menunjukkan hasil signifikan meskipun telah berlangsung selama 10 hari.

Operasi pencarian resmi dihentikan oleh Kantor SAR Banten setelah melebihi batas waktu operasional yang ditetapkan, yaitu tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari. Setelah masa pencarian berakhir tanpa menemukan korban lain, pihak SAR menilai upaya lanjutan tidak efektif. Sebagai tindak lanjut, telah dilakukan penyebaran e-broadcast dan maklumat pelayaran (mapel) kepada kapal-kapal yang melintas di wilayah sekitar lokasi kejadian, termasuk melibatkan stasiun radio pantai dan masyarakat pesisir dari Lampung hingga wilayah Bengkulu.

Hingga kini, belum ada laporan tambahan dari masyarakat atau pelaut yang melaporkan temuan terkait korban lain. Penemuan jenazah Surakman menandai satu-satunya kemajuan dalam proses penyelidikan, meski tidak mengubah status hilangnya delapan korban lainnya. Pihak kepolisian dan tim DVI tetap membuka ruang bagi keluarga untuk melakukan verifikasi lebih lanjut terkait identitas korban.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya