Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Ube atau ubi ungu menawarkan manfaat kesehatan melalui kandungan antioksidan, serat, dan indeks glikemik rendah yang mendukung keseimbangan gula darah dan pencernaan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ube, umbi berwarna ungu khas yang kini menjamur di berbagai menu kafe dan restoran, bukan sekadar tren kuliner semata. Bahan pangan ini dikenal sebagai alternatif karbohidrat yang lebih sehat dibanding beras, dengan potensi menyokong kesehatan secara menyeluruh. Kandungan utamanya meliputi karbohidrat kompleks, serat, kalium, vitamin C, serta senyawa antosianin yang memberikan warna ungu dan berperan sebagai antioksidan alami.
Keunggulan utama ubi ungu terletak pada kemampuannya menekan peradangan dan melawan radikal bebas. Antosianin, senyawa dominan dalam ubi ini, telah diteliti mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dalam beberapa studi laboratorium. Selain itu, kandungan flavonoid dan pati resisten dalam ubi ungu berkontribusi terhadap pengaturan kadar gula darah, karena memiliki indeks glikemik rendah yang memperlambat penyerapan karbohidrat ke aliran darah.
Khasiat ubi ungu juga meluas ke kesehatan sistem pencernaan. Pati resisten yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai prebiotik, mendorong pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacteria dalam usus. Hal ini turut meningkatkan keseimbangan mikroba usus dan mendukung fungsi pencernaan secara optimal. Manfaat ini diperkuat oleh kandungan vitamin A dan C yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan, sehingga berpotensi menurunkan risiko asma.
Ubi ungu juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan, baik dalam bentuk rebusan, kukusan, panggangan, maupun diolah menjadi tepung dan bubuk. Karena sifatnya yang fleksibel, ubi ini kini menjadi bahan dasar dalam kue, selai, minuman seperti matcha ube latte, hingga makanan penutup kekinian. Namun, konsumen perlu waspada terhadap produk olahan yang menggunakan tambahan gula atau sirup, karena hal tersebut dapat mengurangi manfaat kesehatan yang dijanjikan oleh bahan asli.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Mengurangi konsumsi gula tambahan membawa dampak positif pada berat badan, kesehatan gigi, dan risiko penyakit kronis, asalkan dilakukan secara bijak dan seimbang.
24 September 2026

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Konsumsi makanan kaya protein, zat besi, vitamin D, dan zinc secara teratur dapat menurunkan risiko kerontokan rambut secara alami.
24 September 2026

Lima Destinasi Indonesia yang Jadi Santapan Liburan Selebriti Dunia
Sejumlah destinasi unggulan di Indonesia, dari Raja Ampat hingga Borobudur, menjadi tujuan favorit selebriti internasional karena keindahan alam dan budaya yang khas.
23 September 2026

Tukang Seblak Ajukan Uji Materi Atas Kewajiban Sertifikasi Halal
Seorang pedagang mikro dari Sulawesi Tenggara mengajukan uji materi ke MK untuk meminta kemudahan dalam mendapatkan pernyataan halal, menilai proses yang rumit dan kurangnya fasilitasi pemerintah mengancam kelangsungan usahanya.
23 September 2026
Berita Lainnya

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Kamis, 24 September 2026, 09.17 WITA

Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

Sulawesi Tenggara Terdampak Kekeringan Ekstrem Selama 89 Hari
Kamis, 24 September 2026, 09.09 WITA

5 Fitur Keamanan Grab Wajib Dipahami Pengguna
Kamis, 24 September 2026, 09.08 WITA
Objek Mysterious Muncul di Langit Teheran, Warga Heboh dan Media Sosial Viral
Kamis, 24 September 2026, 09.05 WITA

