Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh

Mengurangi konsumsi gula tambahan membawa dampak positif pada berat badan, kesehatan gigi, dan risiko penyakit kronis, asalkan dilakukan secara bijak dan seimbang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menghentikan asupan gula tambahan bukan sekadar tren diet, melainkan langkah preventif yang didukung berbagai lembaga kesehatan global. Gula yang dimaksud bukan gula alami dalam buah dan sayuran, melainkan gula yang ditambahkan saat proses pengolahan makanan dan minuman, seperti dalam soda, minuman berenergi, kue, dan camilan kemasan. WHO menyarankan batas maksimal konsumsi gula tambahan di bawah 10 persen dari total asupan kalori harian, dengan manfaat tambahan jika dikurangi hingga di bawah 5 persen—setara 25 gram per hari untuk orang yang membutuhkan 2.000 kalori sehari.

Pada tahap awal pengurangan, perubahan rasa ingin makan manis bisa muncul sebagai respons tubuh terhadap perubahan pola konsumsi. Ini adalah fenomena normal, terutama bagi yang sebelumnya terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula setiap hari. Namun, perubahan ini dapat dikelola dengan pendekatan bertahap, seperti mengurangi jumlah gula dalam minuman, beralih ke air putih, atau memilih buah utuh sebagai camilan. Penting untuk tidak menggantinya dengan pemanis buatan secara rutin, karena hal ini tidak menyelesaikan akar masalah nutrisi.

Salah satu manfaat langsung dari pengurangan gula adalah penurunan asupan kalori tanpa kehilangan nutrisi penting. Gula tambahan sering menyumbang kalori kosong—energi tanpa nilai gizi—yang mudah dikonsumsi dalam jumlah besar, terutama lewat minuman manis. Dengan mengurangi sumber ini, total kalori harian cenderung turun, yang membantu pengelolaan berat badan secara lebih stabil. Studi dari American Heart Association menegaskan bahwa pengurangan gula tambahan berkontribusi pada penurunan berat badan jangka panjang, terutama jika disertai asupan makanan bergizi seimbang.

Kesehatan gigi juga turut mendapat manfaat signifikan. Bakteri di mulut memanfaatkan gula bebas untuk menghasilkan asam yang merusak enamel gigi, menyebabkan karies. WHO menekankan bahwa batasan konsumsi gula tambahan di bawah 10 persen energi harian dapat menurunkan risiko kerusakan gigi, sementara penurunan hingga di bawah 5 persen memberikan perlindungan lebih optimal. Selain itu, penelitian dari CDC menunjukkan kaitan antara konsumsi gula berlebihan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Penting untuk memahami bahwa mengurangi gula tidak berarti menghilangkan semua bentuk gula dari makanan. Gula alami dalam buah dan sayuran utuh tetap dianjurkan karena disertai serat, vitamin, dan mineral. Fokus utama seharusnya pada menghindari gula tambahan, bukan menghindari makanan sehat secara umum. Dengan tetap menjaga pola makan seimbang dan mengurangi sumber gula tambahan secara konsisten, tubuh akan mendapatkan manfaat jangka panjang tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya