Sulawesi Tenggara Terdampak Kekeringan Ekstrem Selama 89 Hari
Wilayah Sulawesi Tenggara mencatat periode tanpa hujan ekstrem selama 89 hari hingga 10 September 2026, menurut data terbaru dari BMKG.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi meteorologis kering yang berkepanjangan mulai mengancam stabilitas ekosistem dan aktivitas pertanian di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan pembaruan data per 10 September 2026, wilayah ini mencatat hari tanpa hujan (HTH) ekstrem sebanyak 89 hari berturut-turut, menempatkannya di posisi bersama dengan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo dalam daftar provinsi dengan durasi kering terpanjang di Indonesia. Angka ini berada di atas ambang kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari tanpa curah hujan signifikan.
Kekeringan ini merupakan bagian dari tren nasional yang melanda 17 provinsi, dengan sebanyak 1.637 titik pengamatan mengalami kondisi kering ekstrem. Wilayah yang paling terdampak terpusat di bagian selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua Selatan, serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Sulawesi. Di antara provinsi tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi yang paling parah dengan durasi HTH mencapai 131 hari, disusul Jawa Tengah (130 hari) dan Jawa Timur (129 hari).
Kondisi ini diperparah oleh dominasi fenomena El Nino sangat kuat, yang terus memengaruhi pola iklim nasional. Pada dasarian pertama bulan September 2026, anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 mencapai +2,76°C, menandakan intensitas El Nino yang tinggi dan berdampak langsung pada pengurangan curah hujan di berbagai wilayah. Kondisi atmosfer yang relatif kering ini telah mengganggu siklus hidrologi, memperburuk ketersediaan air bersih dan menekan produktivitas lahan pertanian.
BMKG menegaskan bahwa hari tanpa hujan dihitung berdasarkan jumlah hari berturut-turut tanpa curah hujan minimal 1 mm. Jika pada hari terakhir tidak terjadi hujan, maka hari tersebut masuk hitungan HTH. Sebaliknya, jika terjadi hujan pada hari terakhir, maka hari tersebut dikategorikan sebagai hari hujan (HH). Klasifikasi HTH mencakup lima tingkatan: sangat pendek (0–5 hari), pendek (6–10 hari), menengah (11–20 hari), panjang (21–30 hari), sangat panjang (31–60 hari), dan ekstrem (lebih dari 60 hari).
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harvest Moon Sambut Pergantian Musim di Langit Sulawesi Tenggara
Bulan purnama Harvest Moon akan tampak di langit malam Sabtu, 26 September, memberikan cahaya lebih lama setelah matahari terbenam.
24 September 2026
RDTR Moramo-Lalembuu Disusun, Fokus Pemkab Konawe Selatan pada Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menyelesaikan penyusunan RDTR Moramo-Lalembuu untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan penataan ruang yang terintegrasi.
23 September 2026
Penertiban PKL di Trotoar Wakatobi Dilakukan Tim Gabungan
Tim gabungan Pemkab Wakatobi menertibkan pedagang kaki lima yang berdagang di trotoar, menekankan kepatuhan terhadap aturan dan keamanan publik.
23 September 2026

Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Dibongkar
Operasi gabungan Satpol PP, Polresta, dan Pertamina menertibkan ratusan lapak bensin eceran di sekitar SPBU Andonohu, menyita jeriken berisi BBM dan mengangkutnya ke tempat aman.
23 September 2026
Berita Lainnya

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Kamis, 24 September 2026, 09.18 WITA

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Kamis, 24 September 2026, 09.17 WITA

Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

