Harvest Moon Sambut Pergantian Musim di Langit Sulawesi Tenggara
Bulan purnama Harvest Moon akan tampak di langit malam Sabtu, 26 September, memberikan cahaya lebih lama setelah matahari terbenam.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada Sabtu malam, 26 September, langit malam di wilayah Sulawesi Tenggara diprediksi akan diterangi oleh fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon. Peristiwa ini terjadi karena posisi bulan yang berdekatan dengan ekuinoks musim gugur, menyebabkan waktu terbit bulan berbeda secara minimal dari satu malam ke malam berikutnya. Akibatnya, cahaya bulan terlihat lebih lama setelah matahari tenggelam, membantu aktivitas di luar ruangan dalam kegelapan.
Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 16.49 UTC atau sekitar pukul 23.49 WIB, saat bulan mencapai fase purnama. Nama Harvest Moon sendiri berasal dari tradisi petani di masa lalu yang memanfaatkan cahaya bulan untuk menyelesaikan panen di malam hari, sebelum era listrik. Karena kemunculannya paling dekat dengan ekuinoks September, bulan ini diberi gelar khusus, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya seperti 2025 yang menempatkan Harvest Moon pada bulan Oktober.
Bulan purnama September juga dikenal dengan sebutan lain seperti Autumn Moon, Falling Leaves Moon, atau Moon of Brown Leaves, mencerminkan peralihan dari musim panas ke musim gugur. Menariknya, pada malam 26 September, bulan akan tampak berdampingan dengan planet Saturnus yang terlihat sebagai bintang terang di sebelah kiri dan bawah bulan. Fenomena ini bisa diamati dengan mata telanjang, cukup menatap ke arah timur saat matahari terbenam.
Pada 27 September, kedua objek langit tersebut akan terbit bersamaan sekali lagi, dengan posisi Saturnus berada di sebelah kiri bulan. Pengamat astronomi dan masyarakat umum di Sulawesi Tenggara dianjurkan untuk menyaksikan peristiwa alam ini sebagai bagian dari kekayaan fenomena langit yang menarik secara ilmiah dan budaya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sulawesi Tenggara Terdampak Kekeringan Ekstrem Selama 89 Hari
Wilayah Sulawesi Tenggara mencatat periode tanpa hujan ekstrem selama 89 hari hingga 10 September 2026, menurut data terbaru dari BMKG.
24 September 2026
RDTR Moramo-Lalembuu Disusun, Fokus Pemkab Konawe Selatan pada Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menyelesaikan penyusunan RDTR Moramo-Lalembuu untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan penataan ruang yang terintegrasi.
23 September 2026
Penertiban PKL di Trotoar Wakatobi Dilakukan Tim Gabungan
Tim gabungan Pemkab Wakatobi menertibkan pedagang kaki lima yang berdagang di trotoar, menekankan kepatuhan terhadap aturan dan keamanan publik.
23 September 2026

Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Dibongkar
Operasi gabungan Satpol PP, Polresta, dan Pertamina menertibkan ratusan lapak bensin eceran di sekitar SPBU Andonohu, menyita jeriken berisi BBM dan mengangkutnya ke tempat aman.
23 September 2026
Berita Lainnya

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Kamis, 24 September 2026, 09.18 WITA

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Kamis, 24 September 2026, 09.17 WITA

Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

