Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Astra Perkuat Tiga Sektor Inti untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Astra mempertegas fokus pada otomotif, jasa keuangan, dan solusi pertambangan alat berat sebagai basis pertumbuhan, didukung strategi alokasi modal disiplin dan pembelian saham kembali hingga Rp8 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Astra Perkuat Tiga Sektor Inti untuk Pertumbuhan Jangka Panjang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Astra International Tbk (ASII) menyusun kembali arah strategis bisnis dengan menetapkan tiga segmen utama sebagai prioritas pengembangan jangka panjang. Ketiga bidang tersebut mencakup otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat. Dalam paparannya di acara Astra Media Day, Tira Ardianti selaku Head of Corporate Investor Relations menyatakan bahwa ketiga sektor ini akan menjadi pusat perhatian dalam memperkuat daya saing dan memperluas kontribusi terhadap kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Porsi kontribusi pendapatan saat ini masih didominasi oleh bisnis otomotif sebesar 40%, disusul jasa keuangan 31% dan solusi pertambangan serta alat berat 18%. Sementara itu, sektor lain seperti agribisnis dan teknologi informasi menyumbang 11%. Meski demikian, Astra menekankan bahwa ke depan akan terus memperdalam fokus pada tiga inti tersebut, sekaligus membangun kerangka kerja yang lebih jelas untuk bisnis lain yang berada di luar cakupan utama.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah rencana peningkatan kepemilikan di entitas AUTO melalui program VTO dengan harga penawaran Rp3.600 per saham. Jika seluruh saham tercapai, transaksi ini membutuhkan dana sekitar Rp858 miliar. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat posisi Astra dalam industri komponen otomotif, yang menjadi bagian penting dari strategi penguatan bisnis otomotif secara menyeluruh.

Dalam kinerja operasional, bisnis otomotif membukukan laba bersih Rp5,9 triliun, naik 9% dibanding tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan penjualan mobil baru dan kinerja kuat dari divisi komponen. Jasa keuangan mencatat laba bersih Rp4,6 triliun, tumbuh 6% secara tahunan, menunjukkan ketahanan di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Sementara itu, bisnis pertambangan dan alat berat mencatat laba bersih Rp2,7 triliun (tanpa item non-recurring), turun 46% dari periode sama tahun sebelumnya, akibat penurunan produksi batu bara dan minimnya penjualan emas dari tambang Martabe.

Sebagai bagian dari kebijakan alokasi modal yang disiplin, Astra mengumumkan program pembelian kembali saham senilai Rp8 triliun dalam periode 12 bulan ke depan, setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Program ini melengkapi sejumlah langkah sebelumnya, termasuk pembelian saham sebesar Rp7,4 triliun dari November 2025 hingga Juni 2026. Selain itu, United Tractors juga mengumumkan rencana buyback hingga Rp2 triliun dalam tiga bulan ke depan. Dukungan dari program MSOP juga diterapkan untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dan pemegang saham.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya