KAI Ajukan Impor KRL Bekas Atasi Kekurangan Armada
KAI meminta izin impor KRL bekas dari Jepang sebagai solusi sementara akibat lonjakan penumpang dan armada yang sudah tua.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek kini menghadapi tekanan ekstrem akibat pertumbuhan penumpang yang jauh melampaui perkiraan. Data terbaru menunjukkan rata-rata penggunaan harian telah mencapai 1,1 juta orang, naik signifikan 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa tren ini menunjukkan perubahan mendasar dalam pola transportasi masyarakat, di mana KRL kini menjadi pilihan utama bagi mobilitas harian.
Kenaikan jumlah penumpang tidak hanya terjadi secara nasional, tetapi juga di stasiun-stasiun kunci seperti Bogor, yang kini menangani lebih dari 160.000 penumpang per hari—naik dari di bawah 100.000 sebelumnya. Di tengah situasi ini, kondisi armada KRL justru mengkhawatirkan. Sebanyak 92 trainset berusia 40 tahun telah memasuki masa konservasi bertahap, bahkan ada yang berasal dari era 1970-an, menimbulkan risiko teknis dan keandalan operasional.
KAI memperkirakan pada 2029, sejumlah kereta akan berusia 45 tahun, di mana ketersediaan suku cadang dan kekuatan struktural material mulai menurun drastis. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan armada pada 2026 diperkirakan mencapai 104 trainset untuk menopang 1.065 perjalanan harian, sementara jumlah armada yang tersedia pada awal tahun baru mencapai 102 unit. Kondisi ini membuat perluasan kapasitas operasional sangat terbatas tanpa intervensi cepat.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, KAI mengusulkan impor KRL bekas sebagai solusi transisi. Pengadaan kereta bekas dipilih karena prosesnya lebih cepat—diperkirakan dapat dioperasikan dalam waktu satu hingga dua bulan setelah izin diberikan—dibandingkan kereta baru yang membutuhkan waktu lebih lama. Solusi ini ditujukan untuk menampung lonjakan permintaan sambil industri dalam negeri memperkuat kapasitas produksi. Armada impor tersebut rencananya digunakan dalam waktu maksimal 10 tahun, sebagai jembatan menuju kemandirian produksi.
Dukungan terhadap usulan ini disampaikan oleh Komisi VI DPR RI, yang menekankan pentingnya menjaga ketersediaan layanan transportasi publik sekaligus mendorong pengembangan industri perkeretaapian dalam negeri. Pemerintah diminta memastikan impor kereta bekas dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, agar tidak menghambat transformasi industri lokal dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pelari Digital Wajib Tahu 5 Fitur Keuangan Ini
Bank digital hadirkan solusi finansial terintegrasi untuk pelari, mulai dari menabung hingga transaksi lintas negara tanpa ribet.
24 September 2026

Petani Tebu Protes Impor Gula Saat Musim Giling Masih Berlangsung
APTRI menolak rencana impor 150 ribu ton raw sugar karena produksi dalam negeri masih tinggi dan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
24 September 2026

Menkeu Tekankan Tak Ada Anggaran Baru untuk Pendidikan Gratis
Pemerintah tetap mengalokasikan pendidikan gratis melalui anggaran 20% APBN 2027 tanpa menambah dana baru atau mengalihkan anggaran MBG.
24 September 2026

IHSG Melonjak 1,4% Usai BI Pertahankan Suku Bunga
Indeks Harga Saham Gabungan naik 87,94 poin atau 1,40% ke level 6.364,99 setelah Bank Indonesia memutuskan menahan BI-Rate di 5,75%.
24 September 2026
Berita Lainnya

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Kamis, 24 September 2026, 09.18 WITA

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Kamis, 24 September 2026, 09.17 WITA

Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

