Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah

Pemerintah berencana menerapkan pendidikan gratis di semua jenjang sekolah negeri, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, dengan penerapan dalam waktu dua hingga empat minggu ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan gratis di seluruh wilayah Indonesia. Rencana ini mencakup seluruh jenjang pendidikan negeri, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD/TK), sekolah dasar, menengah pertama, hingga sekolah menengah atas dan kejuruan. Tujuannya adalah menjamin setiap warga negara memiliki kesempatan setara dalam menuntut ilmu tanpa beban biaya.

Dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden, disepakati bahwa sekitar 164 ribu satuan pendidikan negeri di berbagai tingkatan akan menjadi lokus implementasi kebijakan ini. Pemerintah akan mematangkan mekanisme pendanaan dan koordinasi lintas kementerian dalam waktu dua hingga empat minggu ke depan, termasuk pelaksanaan pendidikan tinggi negeri tanpa biaya kuliah, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal.

Perluasan akses pendidikan juga menyertakan perhatian khusus terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Dengan ditegaskan melalui Perpres Nomor 18 Tahun 2026, dibentuk Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama sebagai lembaga khusus yang menangani kebijakan dan pengembangan pesantren. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyelaraskan pendidikan formal dan nonformal dalam satu kerangka inklusif.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang merata dan terjangkau. Dengan pendidikan gratis sebagai fondasi, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya saing nasional, mengurangi kesenjangan sosial, serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya