Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macron Tegaskan Kegagalan Klaim Perdamaian Gaza

Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak klaim Trump soal perdamaian Gaza, menekankan tidak ada akses kemanusiaan yang kembali dibuka dan menyoroti kegagalan diplomasi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Macron Tegaskan Kegagalan Klaim Perdamaian Gaza📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pidato terakhirnya di forum Majelis Umum PBB, Emmanuel Macron secara tegas menepis klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut dirinya berhasil menciptakan perdamaian di Gaza. Macron menegaskan bahwa tidak ada satu pun koridor kemanusiaan yang kembali beroperasi di wilayah kantong tersebut, menunjukkan bahwa pernyataan Trump tidak didukung oleh realitas lapangan. Ia menilai bahwa klaim perdamaian semacam itu justru mengekspos kegagalan diplomasi internasional yang membiarkan krisis berlanjut tanpa solusi nyata.

Macron mengingatkan dunia akan keberadaan pengakuan Palestina oleh sekitar selusin negara dalam setahun terakhir, sekaligus menyoroti ironi bahwa pengakuan itu dinilai hanya selembar kertas oleh sebagian pihak. Ia menekankan pentingnya kredibilitas dunia internasional dalam menghadapi krisis kemanusiaan, menegaskan bahwa diam di tengah tragedi Gaza akan merusak nilai-nilai dasar perdamaian dan keadilan.

Ia juga mengkritik situasi di Tepi Barat, menekankan bahwa pelanggaran terhadap warga Palestina terjadi setiap hari, bukan oleh Hamas yang tidak aktif di wilayah itu. Macron menyatakan bahwa kebijakan yang mendukung pemukiman ilegal dan penghancuran struktur kehidupan rakyat Palestina secara bertahap menghancurkan peluang pembentukan negara Palestina yang layak. Ia menegaskan bahwa eksistensi rakyat Palestina harus dihormati sebagai dasar dari setiap upaya perdamaian yang berkelanjutan.

Dalam konteks global, Macron memperingatkan dunia dari kembali ke era hukum rimba, di mana kekuasaan dan paksaan menggantikan aturan hukum internasional. Ia menyerukan kembali ke arah sistem multilateralisme yang beradab, menekankan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa harus menjadi fondasi, bukan alat bagi kepentingan sepihak. Ia menutup pidatonya dengan seruan tegas: “Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa!”

Pernyataan keras Macron langsung mendapat respons dari pihak Gedung Putih. Juru bicara Anna Kelly membela kebijakan Trump dengan menegaskan bahwa presiden telah mengakhiri konflik Israel-Hamas, membebaskan sandera, mengembalikan jenazah, serta memimpin implementasi Rencana 20 Poin untuk perdamaian. Ia menilai bahwa tindakan langsung Trump jauh lebih substansial dibandingkan retorika yang hanya menghakimi tanpa solusi nyata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya